Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:19 WIB
 

Padi Rawa dan Lahan Kering

Kementan Uji Coba Teknologi Sheet-Pipe System

Oleh : - | Rabu, 14 Maret 2018 | 10:48 WIB
Kementan Uji Coba Teknologi Sheet-Pipe System
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Subang - Kementerian Pertanian melakukan uji coba teknologitata kelola air, yang disebut denganSheet-Pipe Systemdi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian, Subang, Selasa (13/3/2018). Teknologi dari Jepang ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan efisien untuk pengembangan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia.

Ani Andayani, Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian yang mewakili Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan, saat ini Indonesia terus mengejar dan melihat peluang dengan berbagai aplikasi teknologi untuk meningkatkan produktifitas pertanian tanah air.

"Kita semua tahu, Menteri Pertanian, tidak ingin lahan tidur berupa rawa dan lahan kering menjadi lahan terlantar dan tidak produktif, dengan berbagai upaya kita sudah berhasil memanen padi di lahan rawa, namun tingkat produktivitas dan optimalisasi lahan masih kurang," ujar Ani.

Menurut Ani, hingga saat ini, data yang dihimpun oleh Kementerian Pertanian bersama Kementerian Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia sudah mencapai hampir 2 juta hektar dari target pemerintah sebanyak 4 juta hektar target pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Budi Indra Setiawan, memaparkan bahwa penjajakan teknologi Sheet-Pipe System ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Perusahaan yang mengembangkan teknologi ini, sudah berjanji melakukan feasibility study (studi kelayakan) selama tiga kali musim tanam di Balai Besar Padi, Sukamandi. "Semoga dapat berjalan lancar dan bisa menjadi solusi penanganan lahan marginal dan sub marginal di indonesia," ujar Budi.

Japan International Cooperation Agency (JICA) akan menjadi sponsor penerapan teknologi ini di Indonesia dengan memberikan dana hibah (grant)selama tiga tahun. Dana tersebut digunakan untuk penerapan teknologipada lokasi lahan rawa maupun lahan kering di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sejauh ini, di luar Jepang, teknologi ini baru diaplikasikan di Vietnam atau pada Delta Sungai Mekong. Indonesia menjadi negara ke 2 di luar Jepang.

CEOKyouwa Kensetsu Kogyo Co., Ltd,Koremasa Tamura mengatakan bahwa produk Sheet-Pipe System ini sudah melewati masa uji coba dan mendapatkan paten international. Teknologi ini dapat bertahan selama 15 tahun, bahkan hingga 20 tahun. Ia melihat kondisi lahan di indonesia layak menggunakan teknologi ini.

Akhir dari uji coba dilapangan, Ani Andayaniyang juga alumni perguruan tinggi di Jepang ini,kembali mengingatkan bahwa aplikasi teknologi ini, membutuhkan Sumber Daya Manusia terlatih, dan memahami IT, agar dapat menggunakan alat yang sudah canggih dengan sensitivitas sensor yang sangat tinggi tersebut. [*]

Tags

Komentar

 
x