Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 03:28 WIB

Wanita Indonesia Bikin Jeng Sri Sedih, Kenapa?

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 14 Maret 2018 | 19:55 WIB

Berita Terkait

Wanita Indonesia Bikin Jeng Sri Sedih, Kenapa?
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom/Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati justru bersedih di hari Perayaan Perempuan Internasional atau International Womens Day 2018, Ada apa Jeng Sri?

Ya, kata Sri Mulyani, lantaran partisipasi perempuan di dunia kerja masih tergolong ketinggalan jauh. "Perempuan di pedesaan jauh lebih kurang beruntung dibanding laki-laki di pedesaan dan perempuan di kota," kata Sri Mulyani dalam rangka memperingati International Women's bersama DPR bertemakan "Time is Now. Leadership by Example" di Hall Nusantara Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Padahal, kata wanita yang pernah masuk 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi Majalah Fobes ini, mengatakan, wanita memiliki peranan yang cukup sentral dalam tatanan kehidupan. "Semua mengetahui dengan perempuan memiliki kapasitas pendidikan, kesehatan, bahkan karir di luar di rumah, mereka tidak hanya menjadi tulang punggung keluarga tapi juga meningkatkan produktivitas dari ekonomi secara keseluruhan," kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, banyak hal positif yang terlihat dalam berbagai indikator yang menunjukkan kesamaan atau kesetaraan gender sampai dengan hari ini. Namun demikian, ia menyatakan bahwa pengembangan (kompetensi) harus tetap dilakukan dan dicapai oleh semua pihak.

"Untuk anak-anak perempuan di Indonesia. The sky is your limit. Anda semua memiliki kemampuan dan gunakan kapasitas ini untuk meningkatkan peranan Anda di keluarga, di masyarakat, sehingga bisa menjadi contoh dari cerita positif di Indonesia," pesannya.

Oleh karena itu, dengan adanya alokasi anggaran Dana Desa Menkeu berharap alokasi anggaran tersebut dapat menggunakan lensa gender equality sehingga bisa mengurangi ketidaksetaraan terutama pada perempuan di pedesaan.

Terakhir, ia berharap tahun depan kuota 30% kursi untuk wakil rakyat perempuan dapat terpenuhi agar dapat menjadi contoh bagi seluruh anak perempuan di Indonesia yang ingin memiliki karir di bidang kebijakan publik ataupun bidang lainnya.

Dia pun berharap, para legislator perempuan bisa terus menyampaikan kepada masyarakat hasil dari legislasi, atau proses yang menggunakan cara pandang perempuan. Sehingga bisa menunjukkan bahwa kebijakan Indonesia telah memasukkan kesetaraan gender, atau kesempatan yang sama antara pria dan perempuan untuk bisa maju bersama-sama. [ipe]

Komentar

x