Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:51 WIB

Baru Kali ini, Neraca Perdagangan Tekor 3 Kali

Oleh : M Fadil Djaelani | Kamis, 15 Maret 2018 | 14:00 WIB

Berita Terkait

Baru Kali ini, Neraca Perdagangan Tekor 3 Kali
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2018 mengalami defisit US$0,12 miliar. Artinya, sudah 3 kali berturut-turut neraca dagang tekor sejak Desember 2017.

Melihat situasi ini, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto pun mewanti-wanti pemerintah untuk waspada, jika tidak target pertumbuhan ekonomi yang dipatok dalam APBN 2018 sebesar 5,4% tak dapat tercapai.

"Harus jadi perhatian karena tiga bulan berturut-turut neraca perdagangan kita defisit dari Desember 2017. Ini perlu jadi perhatian kita semua, karena bisa mengganggu target pertumbuhan ekonomi," kata Kecuk di Kantornya, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Tak hanya itu jika dilihat dari tahun ke tahun atau year to date (ytd), Februari 2017 hingga Februari 2018 neraca dagang juga mengalami defisit sebesar US$0,87 miliar.

"Tentunya kita tidak berharap itu terjadi, mulai bulan depan harapannya naik kembali sehingga performance neraca perdagangan kita diharapkan jauh lebih baik dibanding 2017," katanya.

Berdasarkan negara, Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) mencatat surplus sebesar US$1,4 miliar. Dengan India mencatat surplus US$1,3 miliar, kemudian dengan Belanda US$439 juta. Lalu dengan China mengalami defisit US$3,2 miliar, Thailand US$665 juta, dan Australia US$421,9 juta. "Negara dengan defisit terbesar pertama itu Tiongkok, kemudian Thailand, Australia, Korea Selatan, Jerman, Jepang dan Brazil," katanya. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x