Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 17:45 WIB
 

Pasar Baru Sawit, Bos Gapki Sebut Jepang dan Iran

Oleh : - | Sabtu, 17 Maret 2018 | 14:27 WIB
Pasar Baru Sawit, Bos Gapki Sebut Jepang dan Iran
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pelaku industri sawit nasional yang berhimpun dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sangat berharap bisa bersinergi dengan pemerintah dalam membuka pasar baru.

Demikian disampaikan Ketua Umum GAPKI periode 2018-2023, Joko Supriyono usai Munas GAPKI ke-X di Jakarta, Jumat (16/3/2018). Ada sejumlah negara yang potensial dijajaki sebagai pasar baru minyak sawit Indonesia. "Jepang misalnya, belum banyak beli sawit untuk makanan. Namun produk sampingan sawit untuk bahan bakar, Jepang beli," papar Joko yang terpilih untuk periode kedua ini.

Selain Jepang, pria yang hobi kesenian wayang kulit ini, menyebut Iran. "'Iran pernah menyampaikan secara terbuka bahwa mereka butuh sawit. Sekarang tinggal bagaimana kita jajaki," paparnya.

Joko sangat sepakat dengan gagasan Presiden Joko Widodo tentang perlunya membuka pasar non-tradisional. Misalnya, negara-negara di Afrika atau Banglades, Srilangka dan Pakistan.
"Saya kira, sesuai pemikiran pak presiden tentang perlunya membuka pasar non-tradisional, sangatlah tepat. Artinya, pasar yang sudah ada dipelihara yang belum ada mari kita rintis," kata Joko.

Terkait pasar Uni Eropa yang terkesan membatasi ekspor sawit asal Indonesia, menurutnya, harus disikapi dengan bijak. Perlu strategi dan keseriusan dalam menjalankan lobi. "Kerja sama dagang dengan Uni Eropa yakni UE CEPA, bisa menjadi bargaining tools bagi Indonesia. Bagaimana memperjuangkan sawit bisa melalui kerja sama tersebut," imbuhnya.

Sementara sikap pemerintah India yang menetapkan biaya tinggi untuk minyak sawit impor, kata Joko, perlu dilakukan negosiasi yang lebih komprehensif. "Pak Mendag sudah menyampaikan akan bertolak ke India untuk membahas soal pajak impor yang cukup tinggi," kata Joko.

Joko mengatakan, nasib industri sawit di tanah air, sangat bergantung sinergi antara pemerintah dengan pelaku bisnis. Dalam hal ini, Gapki berkomitmen untuk meningkatkan kerja ama atau kemitraan dengan pemerintah.
"Dalam memajukan industri sawit nasional tentunya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Demikian pula pengusaha tidak bisa maju tanpa dukungan pemerintah," pungkasnya. [ipe]

Komentar

 
x