Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:58 WIB

Pemerintah harus Nego dengan WTO Soal Tarif AS

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 18 Maret 2018 | 17:03 WIB

Berita Terkait

Pemerintah harus Nego dengan WTO Soal Tarif AS
Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Indonesia bisa melakukan negosiasi bilateral maupun secara multilateral dengan World Trade Organization (WTO), untuk menangkis kebijakan Presiden AS Donal Trump yang menaikan bea masuk Baja dan Alumunium.

Demikian dikatakan oleh Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, Minggu (18/3/2018). "Langkah pertama (musti) lakukan negosiasi secara bilateral maupun secara multilateral di WTO. Pemerintah bisa ajak negara yang terkena dampak proteksionisme AS untuk ajukan gugatan ke WTO," kata Bhima pada INILAHCOM.

Menurut dia, apabila cara ini tidak berhasil, pemerintah bisa lakukan retaliasi alias pembalasan dagang terhadap produk AS. Hal ini pernah terjadi ketika Eropa perang dagang dengan AS era Bush.

Sebab respon negara di eropa menaikkan bea masuk jeruk florida dan motor Harley Davidson. Untuk konteks Indonesia kacang kedelai, dan mesin dari AS bisa kita naikkan tarifnya. "Ini juga dibenarkan oleh WTO pasal XXI dengan pertimbangan keamanan, negara bisa lakukan kenaikan tarif dan non tarif pada komoditas tertentu," ujar dia.

Trump sudah meneken tarif sebesar 25% untuk impor baja dan 10% untuk aluminium. Hal ini dinilai akan membuat perang dagang. [hid]

Komentar

x