Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Juni 2018 | 04:10 WIB
 

Saatnya RI Perluas Pasar Ekspor

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 18 Maret 2018 | 18:01 WIB
Saatnya RI Perluas Pasar Ekspor
Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Indonesia harus mencari alternatif pasar ekspor seiring kebijakan Presiden AS, Donal Trump menaikkan bea masuk impor t baja dan alumunium.

"Meskipun ekspor besi ke AS hanya 1,8% dari total ekspor besi Indonesia tapi untuk mitigasi dampak bisa dialihkan ke pasar-pasar baru," kata Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, Minggu (18/3/2018).

Negara-negara yang bisa menjadi alternatif, kata dia, adalah Afrika Utara, Timur Tengah, Rusia dan Eropa Timur. Kemudian, pemerintah, lanjut dia, harus meningkatkan pengawasan SNI pada besi baja China yang dikhawatirkan akan membanjiri pasar ASEAN. "Ini imbas tidak langsung perang dagang AS dan China," kata dia.

Sebelumnya dia mengatakan, atas kbijakan Trump yang meneken tarif sebesar 25 %untuk impor baja dan 10% untuk aluminium, pemerintah Indonesia disarankan melakukan negosiasi bilateral maupun secara multilateral dengan World Trade Organization (WTO).

"Langkah pertama (musti) lakukan negosiasi secara bilateral maupun secara multilateral di WTO. Pemerintah bisa ajak negara yang terkena dampak proteksionisme AS untuk ajukan gugatan ke WTO," kata Bhima.

Menurut dia, apabila cara ini tidak berhasil, pemerintah bisa lakukan retaliasi alias pembalasan dagang terhadap produk AS. Hal ini pernah terjadi ketika Eropa perang dagang dengan AS era Bush.

Negara di eropa pun mulai menaikkan bea masuk untuk jeruk florida dan motor Harley Davidson. Untuk konteks Indonesia kacang kedelai, dan mesin dari AS bisa kita naikkan tarifnya. "Ini juga dibenarkan oleh WTO pasal XXI dengan pertimbangan keamanan, negara bisa lakukan kenaikan tarif dan non tarif pada komoditas tertentu," ujar dia. [hid]

Komentar

 
x