Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 04:05 WIB
 

PKS Uji Perry Warjiyo Kemampuan Stabilkan Rupiah

Oleh : - | Senin, 19 Maret 2018 | 07:09 WIB
PKS Uji Perry Warjiyo Kemampuan Stabilkan Rupiah
Perry Warjiyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam, mengatakan, sosok Gubernur Bank Indonesia baru, haruslah mampu menjaga stabilitas bahkan menguatkan nilai tukar rupiah.

Di Jakarta, Minggu (18/3/2018), Ecky mengaku sangat menyoroti kinerja BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Kalau rupiah masih melemah terus artinya kinerja BI tidak memenuhi harapan Undang-undang," ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut Ecky, bila mata uang rupiah nilainya terus terdepriasi akan menimbulkan sejumlah kerugian seperti cicilan utang luar negeri semakin mahal.

Ia mengingatkan potensi inflasi dari sisi impor pun semakin tinggi jika nilai tukar terdepresiasi. Selanjutnya, impor BBM akan mahal dan menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan yang semakin lebar.

Secara keseluruhan, Ecky menegaskan depresiasi rupiah pun akan menyebabkan harga barangbarang impor pun semakin mahal. Padahal sebagian besar bahan baku industri masih dari impor.

Sekedar mengingatkan, Presiden Joko Widodo telah mengajukan Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur BI pada 23 Februari lalu. Perry bakal menggantikan Agus Martowardojo yang pensiun Mei ini.

Sementara Perry yang kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959 ini, masih menjabat Deputi Gubernur BI sampai April 2018.

Pria tegap ini, merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta peraih gelar Master dan PhD bidang Moneter dan Keuangan Internasional dari Iowa State University, Amerika Serikat pada 1989 dan 1991.

Di kalangan BI, Perry bukanlah orang baru. Kariernya di bank sentral Merah Putih ini sudah 34 tahun. Pernah menjabat Asisten Gubernur BI, Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI hingga Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF).

Kalau tak ada aral melintang, Komisi XI DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) pada akhir April ini. Jadi masih sebulan lagi, sabar ya pak. [tar]

Komentar

 
x