Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:07 WIB

Penjualan Sukuk Ritel SR-010 Tipis di Atas Target

Selasa, 20 Maret 2018 | 01:39 WIB

Berita Terkait

Penjualan Sukuk Ritel SR-010 Tipis di Atas Target
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Sukuk Negara Ritel seri SR-010 sebesar Rp8,43 triliun dengan jumlah investor tercatat 17.922 orang.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (19/3/2018), menyatakan, hasil penjualan dan penjatahan ini sedikit lebih besar dari target awal sebesar Rp8,1 triliun.

Penjualan sukuk ritel SR-010, yang mempunyai tingkat imbalan 5,9 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 10 Maret 2021, kepada individu WNI ini, dilakukan oleh 22 agen penjual.

Masa penawaran sukuk ritel, yang mempunyai "underlying asset" berupa proyek-proyek infrastruktur pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Perhubungan ini, telah dilakukan mulai 23 Februari sampai 16 Maret 2018.

Agen yang melakukan penjualan terbesar untuk bank konvensional adalah PT Bank Sentral Asia sebesar Rp1,36 triliun, untuk bank syariah adalah PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp521,9 miliar dan untuk perusahaan sekuritas adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebesar Rp644,5 miliar.

Rata-rata pembelian investor tersebut mencapai Rp471 juta per investor, dengan jumlah terbesar pada kisaran Rp5 juta-Rp100 juta, atau sebanyak 43,94% serta kisaran Rp105 juta-Rp500 juta atau sebanyak 35,4%.

Berdasarkan wilayah, jumlah investor terbesar berasal dari Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yaitu mencapai 56,9%, diikuti DKI Jakarta 32,04%, Indonesia Bagian Tengah 10,47%, dan Indonesia Bagian Timur 0,59%.

Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah profesional, pegawai swasta dan BUMN atau Lembaga sebesar 32,75%; diikuti pekerja seni, pelajar, mahasiswa maupun pensiunan 30,48%; wiraswasta 17,32%; ibu rumah tangga 11,67%; dan PNS, TNI serta Polri 7,78%.

Sedangkan, berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbesar berada pada kelompok umur 41-55 tahun, yaitu mencapai 38,26%, diikuti kelompok umur di atas 55 tahun sebanyak 38,25%, kelompok umur 25-40 tahun sebanyak 21,45%, dan kelompok umur di bawah 25 tahun sebanyak 2,04%.

Penerbitan sukuk ritel SR-010 ini dilakukan pada 21 Maret 2018 dan dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia pada 22 Maret 2018. Namun, karena sukuk ini ditetapkan minimum "holding period" sampai satu periode imbalan maka perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada 10 April 2018.

Dengan penerbitan sukuk ritel SR-010 ini, maka sejak 2009, pemerintah telah menerbitkan sukuk ritel total sebesar Rp144,77 triliun yang menjangkau 243.364 orang investor individu. [tar]

Komentar

x