Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 15:06 WIB

Bawang Putih Impor Banjir, Harga Tetap Saja Mahal

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 22 Maret 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Bawang Putih Impor Banjir, Harga Tetap Saja Mahal
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah diminta mengevaluasi impor bawang putih. Pasalnya, impor bawang putih gagal menurunkan harga komoditas tersebut di pasaran.

Direktur Eksekutif Institute fo Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, saat ini, lebih dari 50% kebutuhan bawang putih di dalam negeri dipenuhi dari impor.

Meski bawang putih impor membanjiri pasaran, karena tak menggunakan skema kuota, harganya tetap saja mahal. "Kebutuhan kita impor, lebih dari 50%, bahkan 70% ketika tidak panen. Kalau dengan kuota ini yang menyebabkan kelangkaan, karena kongkalikong saja sudah pasti barang langka. Tapi ini saya tidak mengerti penyebab harganya tidak turun apa," kata Enny dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Menurut Enny, pemerintah harus melusuri secara serius penyebab dari tingginya harga bawang putih di pasaran. Jika memang murni karena permintaannya meningkat, maka suplainya harus ditambah.

"Tapi yang pasti ini terkait demand supply. Kalau ada kenaikan berarti kekurangan di suplai, ini yang harus ditelusuri. Kalau misalnya sistem masih dengan kuota salah satu penyebabnya itu, tapi kalau dengan tarif, mungkin izin impornya yang terlambat. Atau mungkin proses dikarantina lebih lama," jelas dia.

Selain itu, lanjut Enny, dengan keterbatasan produksi bawang putih di dalam negeri, saat ini importasi menjadi satu-satunya jalan keluar agar pasokan dan harga tetap terjaga. Namun dia berharap impor yang dilakukan tidak sampai membuat petani bawang putih lokal rugi.

"Impor sebenarnya tidak apa-apa asal tidak mengganggu petani kita. Untuk bawang putih porsi impor memang masih besar, karena itu hanya bisa diproduksi di dataran tinggi. Dan itu sudah lama kita impor," kata Enny.

Pada 2018, Kementerian Pertanian telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) komoditas bawang putih sebesar 450.000 ton.
Sedangkan realisasi importasi bawang putih di tahun ini tergantung kepada Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. Saat ini, Kemendag telah menerbitkan Persetujuan Impor sebanyak 125.984 ton kepada 13 perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir (API) umum dan 2 API-P sebesar 8 ribu ton bawang putih.

Mengutip website Info Pangan Jakarta, harga bawang putih tertinggi berada di Pasar Cibubur sebesar Rp75 ribu per kilogram, dan terendah di Pasar Cengkareng sebesar Rp28 ribu per kilorgam, di mana harga rata-rata untuk pasar di Jakarta sebesar Rp40.484 per kilogram. [ipe]

Komentar

x