Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 02:35 WIB
 

Laporan Keuangan Koperasi Taksi Online Disoal

Oleh : - | Kamis, 22 Maret 2018 | 07:09 WIB
Laporan Keuangan Koperasi Taksi Online Disoal
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama, mitra aplikasi taksi online Uber, dilanda kemelut. Dana simpanan pokok dan wajib para anggota dipertanyakan.

Aga Khan, pengacara dari kantor AKN sebagai kuasa hukum Haryanto M, ketua Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama, sekaligus kuasa hukum Supriyanto, sekretaris koperasi tersebut, menduga ada ketidakberesan menyangkut dana simpanan wajib anggota.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan di Pasar Festival, Jakarta, Rabu (21/3/2018). Dugaan ini mengemuka ketika terjadi penggantian kepengurusan koperasi yang tidak melalui Rapat Anggota Tahunan. Keputusan ini dinilai menyalahi aturan.

Pihak Haryanto mempertanyakan laporan keuangan 2015 hingga 2017 yang tidak pernah diserahkan oleh oleh Bendahara. Alih-alih diberikan laporan, Haryanto M malah dipersulit aksesnya. Perlakuan yang sama diterima Supriyanto.

"Kami melihat ada yang aneh, masak hanya karena meminta laporan keuangan terus klien kami kesulitan mendapat akses ke semua anggota dan pengurus. Sepertinyan ada yang takut ketahuan saja. Kami yakin ini aneh," paparnya.

Dirinya mempertanyakan adanya kata-kata dalam laporan pemotongan uang mingguan koperasi yang berubah-ubah. Mulai dari awalnya simpanan pokok dan dan simpanan wajib, berubah menjadi fee Koperasi. Selanjutnya berganti menjadi fee administrasi koperasi dan sekarang dirubah insentif bagi koperasi.

Sementara dalam form pendaftaran koperasi masih tertulis sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib. "Bagi kami ini jelas pengaburan informasi," tegasnya.

Rapat Anggota Tahunan yang di hadiri kurang lebih 300 pengemudi Uber, membahas juga Permenhub No 108 Tahun 2017. Diputuskan bahwa Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama akan membeli kendaraan yang sudah uji KIR. "Alasannya kalau kendaraan tersebut dijual, harganya tidak jatuh meski bekas Uber," kata Aga Khan

Selain itu, tercetus keinginan agar koperasi membangun koordinasi dengan Dirlantas guna kemudahan layanan pengurusan SIM umum. [tar]

Komentar

x