Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 14:19 WIB

Rizal Ramli Tantang BI Terus Terang Soal Utang

Selasa, 27 Maret 2018 | 03:09 WIB

Berita Terkait

Rizal Ramli Tantang BI Terus Terang Soal Utang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli meminta Deputi dan Gubernur Bank Indonesia menyebutkan berapa besar utang pemerintah saat ini. Baik itu utang pemerintah ataupun swasta.

Kata Rizal, kalangan ekonom sangat mengkhawatirkan membengkaknya jumlah utang yang tercatat saat ini. "Kami minta BI harus jujur. Karena ada Rp840 triliun utang yang harus dibayar oleh tahun ini. Jadi lebih dari APBN bayar pokok dan bunga," tutur rizal di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Rizal melanjutkan, pada 1996 pemerintah dan BI memberikan keyakinan bahwa utang Indonesia tidak terlalu banyak. Atau dalam bahasa normatifnya masih aman. Padahal, ketika terjadi krisis ekonomi 1998, utang yang diklaim BI aman, justru merontokkan perekonomian Indonesia.

"Total utang pada waktu itu BI tidak punya, jadi kami minta deputi dan Gubernur BI berikan informasi yang benar, walaupun menyakitkan. Tapi kita tahu bahwa utang itu semakin besar baik pemerintah dan swasta," ujar Rizal.

Sebelumnya, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat, total utang Indonesia pada 2017 sudah di atas Rp7.000 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan swasta.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati mengatakan, utang pemerintah dilakukan untuk membiayai defisit anggaran, sedangkan utang swasta oleh korporasi swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dia menjelaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 menyatakan total utang Pemerintah hanya mencapai Rp4.772 triliun. Namun, jika menelisik data out-standing Surat Berharga Negara (SBN) posisi per September 2017 mencapai Rp3.128 triliun. Sedangkan porsi utang luar negeri pemerintah pada 2017 mencapai US$177 miliar, atau setara Rp2.389 triliun (kurs Rp13.500).

Untuk utang luar negeri swasta pada 2017, menembus US$172 miliar. Atau setara Rp2.322 triliun (kurs Rp13.500). "Besar kemungkinan belum termasuk semua utang BUMN," ungkap Enny.

Dari tiga item catatan Indef tersebut, kalau ditotal jenderal mencapai Rp7.839 triliun. Jauh di atas data utang yang dirilis Kementerian Keuangan sebesar Rp4.772 triliun. Jadi, siapa yang bohong? [tar]

Komentar

x