Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 04:09 WIB
 

Memilih Deputi Gubernur BI, DPR Bingung

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 28 Maret 2018 | 05:19 WIB
Memilih Deputi Gubernur BI, DPR Bingung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi XI DPR telah selesai melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kira-kira siapa terpilih?

Wakil Ketua Komisi XI DPR, M Prakosa mengaku kesulitan dalam menentukan siapa sosok yang tepat menjabat Deputi Gubernur BI, menggantikan Perry Warjiyo. Alasannya, ketiganya punya kemampuan seimbang.

"Kami melakukan fit and propert test secara maraton. Kami mendapatkan gambaran dari semua kandidat itu. Kami lihat semuanya profesional tinggi. Semuanya menunjukan kemampuan yang teknografis yang mumpuni. Ini menjadi tugas berat Komisi XI untuk menentukan salah satu dari ketiganya untuk menjadi Deputi Gubernur BI," papar politisi PDIP ini di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Mantan Menteri Kehutanan ini mengaku belum bisa menentukan siapakah yang paling berpeluang dari seluruh kandidat yang menjalani fit and propert test di Komisi XI DPR. "Visi misi semua sama menonjol. Memang yang diajukan presiden itu tiga-tiganya mempunyai kualitas dan kualifikasi tinggi. I tugas berat Komisi XI DPR," ulang Prakosa.

Mengingatkan kembali, Komisi XI DPR melakukan fit and propert test terhadap 3 kandidat Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Perry Warjiyo. Ketiganya adalah Wiwiek Sisto Widayat, Dody Budi Waluyo dan Doddy Zulverdi.

Di mana, Dody Budi Waluyo memiliki visi memperkuat peran strategis BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif.

Sementara misinya memantapkan stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga sistem stabilitas keuangan, meningkatkan peran sistem pembayaran, serta memperkuat sinergi kebijakan dengan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Wiwiek membawa visi-misi, menetapkan kebijakan moneter yang membumi, melalui kolaborasi antar daerah nasional dan internasional guna mencapai inflasi rendah dan stabil, pertumbuhan tinggi, dan kesejahteraan yang merata. Doddy Zulverdi hanya menyampaikan strategi agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal, serta upaya meningkatkan perekonomian. [ipe]

Komentar

 
x