Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 11:25 WIB
 

Baeshen Group Tertarik Bangun MOI di Jeddah

Oleh : - | Kamis, 29 Maret 2018 | 02:29 WIB
Baeshen Group Tertarik Bangun MOI di Jeddah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Baeshen Group, penyelenggaraan pameran tunggal produk-produk Indonesia, tertarik mendirikan sebuah mal sebagai pusat pemasaran berbagai produk Indonesia.

Selain itu, penjajakan kerja sama dengan Garuda Indonesia menjadi fokus pembicaraan antara Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin bersama tim ekonomi KJRI Jeddah dan Baeshen Group.

KJRI Jeddah dalam keterangannya yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, menyebutkan pertemuan kali kedua itu diselenggarakan pada Minggu (25/3) atas undangan Abdul Qadeir Baeshen, pimpinan perusahaan Baeshen Group. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut pertemuan pertama yang diadakan sebelumnya di KJRI Jeddah.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Abdul Qadeir Baeshen, Konjen beserta tim ekonomi KJRI Jeddah yang diwakili oleh Staf Teknis Promosi Perdagangan (ITPC) Gunawan dan Pelaksana Fungsi Ekonomi-2 Agus Muktamar berkomunikasi secara intens guna mematangkan agenda kerja sama yang telah digagas bersama sebelumnya. "Kita harus segera melakukan apa yang mampu kita garap untuk merealisasikan rencana ini," kata Baeshen.

Baeshen menambahkan bahwa pihaknya akan menggalang sejumlah perusahaan di Arab Saudi untuk bergabung dalam rangka menjajaki kontak bisnis dengan sejumlah perusahaan di Indonesia yang difasilitasi oleh KJRI Jeddah.

Menanggapi semangat dan komitmen kerja sama dari pihak Baeshen Group, Konjen berjanji segera menyampaikan kepada instansi terkait di Jakarta dengan mengutus tim ekonomi dan KJRI Jeddah dalam beberapa hari ke depan untuk menemui pihak terkait di Tanah Air guna mematangkan rencana pendirian Mall of Indonesia (MoI) di Jeddah Arab Saudi.

Gagasan ini pernah muncul tahun 1992 dan sempat berdiri "The House Indonesia Products" (HIP) yang didukung oleh perusahaan pemerintah Darma Niaga (sekarang PT PPI persero) namun kemudian redup pada tahun 1997 karena krisis ekonomi dan tidak ada tindak lanjutnya. "Tawaran ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan kerja sama bisnis," ujarnya.

Untuk menunjukkan keseriusan dalam rintisan kerja sama ini, Baeshen memanggil beberapa stafnya dari berbagai lini usaha miliknya untuk ikut bergabung dalam pertemuan yang dihelat hingga menjelang tengah malam. [tar]

Komentar

 
x