Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 07:29 WIB

Jaringan Listrik di Pulau Komodo 100 Persen

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 29 Maret 2018 | 14:17 WIB

Berita Terkait

Jaringan Listrik di Pulau Komodo 100 Persen
Pulau Komodo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero berhasil mengalirkan listriki 100% pulau Komodo dengan ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 205 KW.

"PLTD yang dioperasikan PLN sejak 2017 lalu itu berhasil menerangi hingga 288 rumah penduduk," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Christyono mengatakan, tantangan terbesar dalam melistriki Pulau Komodo adalah lokasi kepulauan yang berjarak sekitar 50 km dari daratan Labuan dengan fasilitas kapal dan dermaga seadanya. Hal ini terkait dengan membawa bahan bakar untuk PLTD dengan menggunakan drum menggunakan kapal yang kemudian diangkut ke PLTD secara manual.

"Satu drum bisa menampung 200 liter solar. Saat drum-drum ini datang, petugas PLTD harus mendorongnya dari bibir pantai ke PLTD secara manual sekitar 300 meter. Namun pekerjaan ini terasa lebih mudah karena banyak warga yang berpartisipasi dan membantu untuk mendorong drum ke PLTD," kata Christyono

Sulitnya akses, menyebabkan biaya pokok produksi di PLTD Komodo relatif tinggi, yakni sebesar 3.655 (Rupiah/kWh). Meski demikian warga tetap membayar dengan harga kwh sesuai dengan tarif listrik yang berlaku sekitar Rp1.467,28 per kWh. "sesuai tariff adjustment terakhir yg ditetapkan Pemerintah," kata dia.

Kemudian, jarak antar rumah warga juga menyebabkan biaya penyambungan yang ditanggung PLN cukup tinggi per satu rumah sebesar 2,8juta/pelanggan untuk biaya Investasi Jaringan Menengah/JTM, JTR dan SR APP. Total Biaya investasi jaringan Rp290 juta sedangkan pembangkit per pltd Rp1,948 miliar.

"Meski biaya penyambungan yang dikeluarkan PLN tinggi namun warga tetap membayar dengan biaya penyambungan nasional atau sesuai dengan yang ditetapkan PLN Pusat, tidak ada biaya tambahan," kata Christyono

Sementara itu menurut Ovaldi Seik, salah satu Operator PLTD mengaku kendala lain yang masih harus ditangani secara manual adalah saat listrik di rumah warga mengalami gangguan, dimana para petugas PLTD harus membawa tangga milik PLN yang panjang dengan menggotongnya sambil berjalan kaki.

"Mengingat medan yang berbukit tentu pekerjaan ini tidaklah muda, namun bagi kami pelayanan adalah yang utama. Jadi seberat apapun medannya jika ada gangguan baik dirumah warga maupun transmisi selalu dengan cepat kami coba selesaikan," Ungkap Ovaldi.

Kerja keras PLN di Pulau Komodo mendapatkan apresiasi dari kepala desa setempat yang mengaku sangat tertolong dengan adanya listrik.

"Dengan adanya listrik PLN di Pulau Komodo, kini warga tidak lagi terbebani dengan membayar listrik dengan mahal, karena listrik PLN jauh lebih murah dari pada pelita yang kami gunakan sebelumnya," ungkap Kepala Desa Komodo, Akhsan. [jin]

Komentar

x