Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:39 WIB

Kejar Swasembada

Kementan Bangkitkan Semangat Tanam Bawang Putih

Sabtu, 31 Maret 2018 | 00:39 WIB

Berita Terkait

Kementan Bangkitkan Semangat Tanam Bawang Putih
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Temanggung - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, Jumat (30/3/2018) berkunjung ke Temanggung dan menemui petani bawang putih. Tujuannya, membangkitkan semangat menanam bawang putih untuk swasembada.

Suwandi mengatakan dimulai tahun 2017 menanam bawang putih 2.000 hektar yang dominan untuk dijadikan benih. Selanjutnya tahun 2018 ditargetkan 15.000 hektar dan tahun depan lebih tinggi lagi. Dalam upaya ini, petanilah yang menjadi tulang punggung upaya tersebut, termasuk tiga orang yang ditemui di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Semula para petani nampak agak bingung, saat rombongan datang menghampiri. Ia sigap turun dari mobil dan menghampiri. Suasana mencair saat Dirjen Suwandi mengajak berbincang santai mereka seputar bibit, masa tanam, rencana panen dan harga. Ada tiga petani yang sedang bekerja, seorang di antaranya perempuan. Mereka berdiri di tengah-tengah lahan yang di atasnya sedang ditanam salah satu komoditas penting di Indonesia itu yakni bawang putih.

Perbincangan dengan petani ini menghantar pada cerita kerja keras petani dan pemerintah dalam mendorong swasembada bawang putih. Mengapa musti swasembada? Seperti sudah diketahui, bawang putih merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia. Namun, ketergantungan Indonesia pada impor masih begitu tinggi.

Ketidakcukupan produksi lokal menjadikan alasan utama untuk impor. Semenjak tahun 1995, setiap tahun impor meningkat dan kini tercatat 95 persen disuplai dari luar terutama dari China.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, bertekad membalik kondisi ini. "Kita tidak boleh terus bergantung dengan impor. Harus swasembada, bahkan ekspor," tegasnya dalam beberapa kali kunjungan kerja. Maka, untuk bawang putih, mulai dicanangkanlah progam swasembada bawang putih, pada pertengahan 2017.

Untuk itu, salah satu strategi yang dilakukan Kementan adalah dengan memperbanyak luas tanam bawang putih di daerah-daerah yang bisa ditumbuhi tanaman ini, yakni di dataran tinggi yang beriklim dingin. Beberapa Kabupaten yang sudah mengembangkan bawang putih adalah Sembalun Lombok Timur, Kledung Temanggung, Magelang, Banyuwangi dan Pujon Malang.

Petani perempuan yang hadir, Muniati, yang berusia hampir 40 tahun, mengakui ia sudah lama menggeluti bawang putih. "Harganya bisa memadai dan bisa menopang hidup. Jika harga baik, bawang putih kering bisa mencapai harga Rp35 ribu per kg. Untuk kadar air tinggi harga berkisar Rp25 ribu," ungkapnya.

Namun, Muniati menambahkan harga bawamg putih tidak menentu. Terkadang harga bisa turun drastis sampai di bawah Rp20 ribu. "Kalau harga jatuh, keuntungan tidak seberapa," tuturnya lirih.

Bawang putih yang ditanam Muniati di lahan seluas 200 m2 adalah jenis lumbu kuning. Varietas ini memerlukan waktu 93 hari hingga bisa dipanen. Menurut Muniati, sebenarnya ada jenis lain yang berkualitas lebih tinggi, yakni lumbu hijau. Namun menanam varietas ini lebih berisiko karena masa tumbuh sampai panen lebih lama.

"Karena cuaca sekarang tidak menentu, terutama hujan, petani tidak bisa tanam terlalu lama. Bawang putih tidak bisa sering terkena hujan karena bisa membuat bawang retak dan tidak laku dijual," jelas perempuan ini sambil mengangkat bawang putih yang baru selesai dipanennya.

Namun saat ditanya apakah tetap bersemangat menanam bawang putih, Muniati mengangguk bersemangat. "Keluarga saya utamanya hidup dari bawang putih," ungkapnya. "Jadi saya ya bersemangat," lanjutnya tersipu.

Mengakhiri pembicaraan, Muniati berharap pemerintah bisa membantu menyediakan benih unggul yang tahan hujan dan harga benih lebih murah. "Kami pun berharap pemerintah bisa membantu menjaga kestabilan harga serta penasaran bawang putih. Harapan mewakili harapan petani bawang putih lainnya," harapnya. [*]

Komentar

x