Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:04 WIB

Saudagar Brunei Kepincut Bisnis Tidore Kepulauan

Sabtu, 31 Maret 2018 | 11:12 WIB

Berita Terkait

Saudagar Brunei Kepincut Bisnis Tidore Kepulauan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Ternate - Investor asal Brunei Darusalam tertarik menanamkan modalnya di sektor pertanian, peternakan dan perikanan di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut).

Kepala Dinas Pertanian Tidore Kepulauan, Imran Jasin di Tidore, Jumat (30/3/2018), mengatakan, investor dari Brunei itu bakal menjalin kerja sama dengan PT Halmahera Jaya Gemilang, perusahaan dalam negeri. guna merealisasikan investasinya itu.

Nota kesapahaman (MoU) antara Pemkot Tidore Kepulauan dengan investor dari Brunei Darusallam dan PT Halmahera Jaya Gemilang sudah ditandatangani di Brunei Darusallam beberapa waktu lalu, khusus untuk Pemkot Tidore Kepulauan dilakukan oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim.

Menurut dia, pada sektor pertanian, investor dari Brunei Darusallam tersebut akan mengembangkan usaha penanaman jagung seluas 25 ribu hektare, pada sektor perternakan akan mengembangkan sapi dan kambing di areal seluas 250 hektare dan pada sektor perikanan akan mengembangkan usaha tambak udang seluas 500 hektare.

Hasil dari usaha tersebut akan ditujukan untuk ekspor, khususnya ke negara-negara Timur Tengah, sehingga sejalan dengan program pemerintah pusat yang terus mendorong pengembangan investasi untuk meningkatkan ekspor.

Pemkot Tidore Kepulauan, kata Imran Jasin, sudah menyediakan lahan untuk lokasi pengembangan usaha investor dari Brunei Darusallam tersebut, yakni di wilayah Oba, Oba Tengah dan Oba Selatan, yang selama ini dikenal sebagai wilayah potensial untuk pengembangan pertanian, perternakan dan perikanan.

Adanya investasi dari investor Brunei Darusallam tersebut, selain akan mendorong aktivitas ekonomi di Tidore Kepulauan, juga akan meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja serta merangsang tumbuhnya berbagai usaha lainnya, seperti perdagangan dan transportasi.

Ia menambahkan tenaga kerja yang akan terserap oleh usaha yang akan dikembangkan investor dari Brunei Darusallam tersebut diperkirakan mencapai 2.000 orang, di mana 80 persen di antaranya diperuntukkan bagi pencari kerja dari daerah setempat.[tar]

Komentar

x