Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 11:39 WIB

Sarden Bercacing, Setop Impor Ikan Kaleng China

Senin, 2 April 2018 | 15:50 WIB

Berita Terkait

Sarden Bercacing, Setop Impor Ikan Kaleng China
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat kelautan dan perikanan, Abdul Halim, mengatakan, heboh sarden dan makarel impor bercacing, bisa dicegah apabila pemerintah tidak mengandalkan impor.

"Maraknya peredaran produk sarden dan makarel kalengan yang terkontaminasi cacing pita mestinya tidak perlu terjadi apabila produk ikan kalengan tidak didatangkan dari kran impor," kata Halim di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Menurut Halim, jika terpaksa impor, maka aturan yang sudah berlaku, semestinya dijalankan secara ketat.
Apabila terbukti melanggar, pemerintah harus bertindak tegas, black list (daftar hitam) importir yang melanggar serta dikenakan sanksi pidana.

"Problemnya adalah 65 persen kebutuhan ikan kalengan justru didatangkan dari China," kata Halim yang menjabat Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan sampling dan pengujian terhadap produk ikan dalam kaleng yang beredar di masayarakat. langkah ini bertujuan untuk memastikan informasi ikan kaleng bercacing.

Sampai 28 Maret, BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek.

Hasil pengujian menunjukkan 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Dominasi produk yang mengandung parasit cacing adalah produk impor. Diketahui bahwa produk dalam negeri bahan bakunya juga berasal dari impor dari China.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk melakukan investigasi terkait maraknya kasus ikan sarden dan makarel kalengan yang mengandung cacing.

"BPOM jangan hanya melakukan penarikan saja, tetapi harus menginvestigasi secara keseluruhan proses produksinya, baik dari sisi hulu hingga hilir," kata Tulus.

BPOM, kata dia, tidak cukup menarik produk dari pasaran tanpa melakukan langkah-langkah yang lebih komprehensif. Untuk itu, dia mendorong BPOM agar menemukan penyebab kenapa produk sarden dan makarel tersebut sampai terkontaminasi cacing. [tar]

Komentar

x