Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:56 WIB

Inflasi Ibu Kota Kontet karena Makanan Murah

Selasa, 3 April 2018 | 02:01 WIB

Berita Terkait

Inflasi Ibu Kota Kontet karena Makanan Murah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, melaporkan adanya penurunan harga bahan makanan. Alhasil, inflasi Maret 2018 di ibu kota hanya berlari di level 0,09%. Cukup rendah.

Dalam laporannya, BI mencatat bahwa harga makanan seperti beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras yang menjadi faktor utama pendorong inflasi, justru harganya turun. "Akibatnya, inflasi Maret 2018 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Disebabkan deflasi dari kelompok bahan makanan," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Trisno Nugroho di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Sepanjang Maret 2018, kata dia, harga beras turun 3,16%. Lantaran pasokan mencukupi seiring masa panen yang telah berlangsung di beberapa sentra produksi beras. Hal yang sama dialami sejumlah bahan makanan seperti daging ayam ras turun 1,52%, dan telur ayam ras turun 0,81%.

Meski demikian, penurunan harga pangan sedikit tertahan oleh kenaikan harga-harga komoditas hortikultura, seperti bawang putih, cabai merah dan bawang merah, masing-masing 8,24%; 6,98%; dan 5,28%, akibat berkurangnya pasokan.

"Berbagai perkembangan tersebut membawa kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,41 persen," kata Trisno.

Ia menambahkan inflasi pada Maret 2018 yang relatif terjaga juga disebabkan oleh terkendalinya inflasi inti, karena terbatasnya permintaan masyarakat secara umum di wilayah ibu kota meski terdapat perayaan Paskah di akhir bulan.

Beberapa pergerakan harga barang yang tergabung dalam kelompok inflasi inti terpantau bergerak relatif terbatas, seperti emas perhiasan yang dalam periode ini, naik 0,64% dan makanan jadi mengalami kenaikan 0,15%.

Sementara kelompok harga diatur pemerintah mengalami kenaikan, seiring dengan penyesuaian harga bensin yang naik 1,14%. Karena adanya kenaikan harga Pertalite dan tarif angkutan udara naik 1,86%. Karena tingginya permintaan pada hari libur.

Secara keseluruhan, pencapaian inflasi sebesar 0,09% ini, jauh di bawah rata-rata inflasi dalam 3 tahun sebelumnya yang sebesar 0,13%. Dan, masih di bawah inflasi nasional 0,20%. Dengan perkembangan ini, maka laju inflasi tahun kalender DKI Jakarta, terkendali di angka 0,89%. [tar]

Komentar

Embed Widget
x