Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 18:20 WIB

BPK Temukan Masalah di Impor Gula, Beras dan Sapi

Selasa, 3 April 2018 | 15:50 WIB

Berita Terkait

BPK Temukan Masalah di Impor Gula, Beras dan Sapi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah ketidakpatuhan dalam tata niaga importasi bahan pangan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan (Kemendag).
"Terkait hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu, atau PDTT pada pemerintah pusat, hasil pemeriksaan yang signifikan antara lain pemeriksaan atas pengelolaan belanja dan pengelolaan tata niaga impor pangan," kata Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara saat menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Semester II Tahun 2017 di Gedung Nusantara II, Komplek DPR, Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Salah satu temua BPK, kata Moermahadi, terkait izin impor 70.195 ton beras yang dinilai tidak memenuhi dokumen persyaratan, melampaui batas berlaku, dan bernomor ganda. Selanjutnya, impor 200 ton beras kukus yang tidak disertai rekomendasi dari Kementerian Pertanian.
Kemudian, impor 9.370 ekor sapi pada 2016 dan 86.567,01 ton daging sapi, serta impor 3,35 juta ton garam yang tidak memenuhi dokumen persyaratan. Dalam hal ini, BPK menilai Kemendag tidak memiliki sistem untuk memantau realisasi impor dan kepatuhan pelaporan oleh importir. Selanjutnya, alokasi impor untuk komoditas gula kristal putih, beras, sapi serta daging sapi, tidak sesuai kebutuhan dan produksi dalam negeri.
Persetujuan lmpor (PI) 1,69 juta ton gula tidak melalui rapat koordinasi, sedangkan persetujuan impor 108 ribu ton gula kristal kepada PT Adikarya Gemitang tidak didukung data analisis kebutuhan.
Lalu, penerbitan PI 50 ribu ekor sapi kepada Perum Bulog pada 2015 tidak melalui rapat koordinasi. Terakhir, penerbitan PI 97 ribun ton daging sapi dan realisasi 18.012,91 ton senilai Rp737,65 miliar tidak sesuai atau tanpa rapat koordinasi dan atau tanpa rekomendasi Kementan.
BPK menyimpulkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Kemendag belum efektif memenuhi kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan. Selanjutnya, auditor pelat merah ini merekomendasikan Kemendag untuk mengembangkan Portal Inatrade dan mengintegrasikan dengan portal milik instansi, atau entitas lain yang menyediakan data dokumentasi hasil koordinasi dan data rekomendasi. [tar]

Komentar

x