Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 11:04 WIB
 

Menunggu Lahirnya Wirausaha dari Balik Jeruji Besi

Oleh : - | Selasa, 3 April 2018 | 17:09 WIB
Menunggu Lahirnya Wirausaha dari Balik Jeruji Besi
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Tidak selamanya narapidana dekat dengan kejahatan. Banyak narapidana yang punya keterampilan serta kreatif. Kreasi mereka masuk Pameran Produk Unggulan Narapidana 2018, mengundang decak kagum..
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, Pameran Produk Unggulan Narapidana 2018 diharapkan bisa memberikan citra positif terhadap pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Kata Airlangga, lapas bukanlah lembaga yang membelenggu kreativitas para narapidana melainkan lembaga yang turut berperan aktif dalam membangun karakter dan sekaligus meningkatkan keterampilan narapidana. Diharapkan, mereka memiliki bekal yang baru di tengah masyarakat, sebagai wirausaha baru," kata Airlangga di Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Terkait pemasaran, Airlangga bilang tak perlu khawatir.Di era disrupsi digital saat ini, para narapidana bisa memanfaatkan pasar online. Dengan perkembangan digital, para narapidana mudah memasarkan atau mempromosikan karyanya. "Saat ini, pasar online menjadi basis penting dalam memajukan industri dalam negeri. Sekaligus sebagai uji coba produk dalam negeri kepada masyarakat luas khususnya untuk pasar dunia," papar Airlangga.
Kementerian Perindustrian, lanjut Airlangga, melalui Ditjen Industri Kecil dan Menengah memiliki program e-Smart IKM yaitu sistem basis data IKM yang tersaji dalam bentuk profil industri, produk, dan sentra yang diintegrasikan dengan marketplace yang sudah ada (bukalapak, tokopedia, Shopee, blibli.com, dan blanja.com). "Melalui program e-smart sektor Industri IKM diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital tersebut," paparnya.
Pameran Produk Unggulan Narapidana 2018 kembali diadakan di Plasa Pameran Industri dengan tema yaitu Kreativitas Tanpa Batas Meski Tempat Terbatas. Acara ini sudah terjalin ke-6 (enam) kalinya kerjasama Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian Perindustrian.
Yasonna H Laoly, Menteri Hukum dan HAM menjelaskan, saat ini, jumlah narapidana mencapai 230 ribu, tersebar di seluruh lapas Indonesia. "Tidak ada labour force sebesar itu di perusahaan manapun. Kita ingin agar anak-anak ini tidak pengangguran ke depannya," kata Yasonna.
Di kesempatan sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, memuji produk yang dihasilkan narapidana, tidak kalah dengan produk lain.Ke depan, antar kementerian bersama masyarakat perlu bersinergi untuk mendorong peningkatan produktivitas narapidana. "Sehingga tidak hanya kualitas tapi kontinuitas produksi ada. Kami juga akan siapkan untuk dorong ke pasar ekspor pada saat siap," kata Enggar. [tar]

Komentar

x