Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 15:04 WIB

Siapkan Rp20T, Kementan Tunjuk 4 BUMN Borong Panen

Rabu, 4 April 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Siapkan Rp20T, Kementan Tunjuk 4 BUMN Borong Panen
Menteri Pertanian Amran Sulaiman - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian siapkan Rp20 triliun untuk infrastruktur pasca-panen yang dikelola empat BUMN Pangan untuk menyerap panen petani.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai Ratas Pembahasan Modernisasi Industri Beras di Gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (3/4/2018), mengatakan, sinergi 4 BUMN Pangan diharapkan bisa memotong rantai pasok penyerapan gabah petani dan menekan harga beras di tingkat konsumen.

Empat BUMN Pertanian itu adalah PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pupuk Indonesia Pangan dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

"Kami tujuannya adalah mempercepat proses pascapanen. Kita akan fokuskan pada pemberian dryer, combine harvester, rice milling unit dan packaging-nya agar petani bisa mendapatkan harga yang baik," tutur Amran.

Keempat perusahaan pelat merah tersebut memang telah ditugaskan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam menyerap gabah kering panen petani di berbagai wilayah guna memotong rantai pasok dan menekan tingginya harga beras akibat ulah tengkulak.

Pembangunan infrastruktur pascapanen ini pun akan mempercepat proses serap gabah, terutama bagi BUMN yang tidak memiliki sarana pascapanen.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (SHS), Syaiful Bahri, menyambut baik keputusan Mentan yang berencana membangun sarana pascapanen senilai Rp20 triliun dan menyerahkan pengelolaannya pada BUMN Pangan.

"Rapat tadi untuk membangun infrastruktur, jadi nyambung sama kita karena kita gak ada infrastruktur rice millingnya, tapi dryer dan gudang kami sudah ada," ujar Syaiful.

Ia menambahkan pengelolaan infrastruktur pascapanen dari Kementerian Pertanian itu masih menunggu keputusan rapat lanjutan dari Kementerian Keuangan."Pak Menteri setuju kalau infrastruktur yang direncanakan Rp20 triliun untuk diserahkan pengelolaannya pada BUMN Pangan, tapi tidak semuanya, paling tidak antara Pertani dan SHS," ucapnya. [tar]

Komentar

x