Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 00:14 WIB
 

Demi PLTSa, Jonan Inginkan Relaksasi Tipping Fee

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 4 April 2018 | 07:09 WIB
Demi PLTSa, Jonan Inginkan Relaksasi Tipping Fee
Menteri ESDM Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta Pemerintah Daerah (Pemda) merelaksasi aturan tipping fee. Demi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

"Mohon proaktif dan tipping fee nya dikasih, sehingga (PLTSa) bisa jalan. Karena kepentingan kota itu yang lebih adalah lingkungan yang bersih dan sehat," tegas Jonan saat Rapat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jakarta, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Sekedar informasi, tipping fee adalah biaya yang dikeluarkan pemerintah melalui anggaran kepada pengelola sampah. besarannya bergantung jumlah yang dikelola per ton atau satuan volume (m3).

Jonan menegaskan bahwa isu sampah kota bukan merupakan isu utama energi, melainkan isu lingkungan. "Ini bukan isu energi yang dipertanggungjawabkan kepada kami sebagai penanggung jawab sektor. Sampah ini lebih kepada isu daerah, isu lingkungan," tegas Jonan.

Kementerian ESDM, imbuh Jonan, berkontribusi atas pengelolaan sampah pada bagian pengaturan harga jual listrik PLTSa dan menugaskan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pembeli listrik.

Atas dasar tersebut, Jonan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk lebih proaktif dalam mengelola sampah. Apabila berkenan membangun pembangkit listrik berbasis sampah, Jonan berharap Pemerintah Daerah memberikan kelonggaran pada aturan tipping fee.

Meski begitu, Jonan tetap mendorong semua kota besar di Indonesia agar iuran pengelolaan sampah dimanfaatkan untuk kelistrikan. "Saya mendorong semua kota besar agar pengelolaan sampah bisa menjadi listrik dengan syarat tipping feenya dikasih," ujarnya.

Untuk diketahui, sektor kelistrikan terus meningkat di mata investor. Berdasarkan peringkat kemudahan berbisnis yang dilakukan oleh World Bank (ease of doing business) bidang kelistrikan, peringkat Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun, di mana tahun 2017 peringkat 49 menjadi peringkat 38 di tahun 2018. "Target akhir Pemerintahan ini, diupayakan bisa di bawah 25," jelas Jonan. [ipe]

Komentar

x