Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 17:57 WIB
 

Ditanya Penyederhanaan Mata Uang, Perry Main Aman

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 4 April 2018 | 06:06 WIB
Ditanya Penyederhanaan Mata Uang, Perry Main Aman
Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Perry Warjiyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Perry Warjiyo enggan mengomentari soal penyederhanaan mata uang (redenominasi). Termasuk wacana BI mengajukan kembali RUU Redenominasi ke DPR.

"Sudah dirumuskan dan disampaikan ke pemerintah. Proses selanjutnya akan menunggu arahan dari pemerintah," ujar Perry di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Rencana redenominasi atau penyederhanaan jumlah digit mata uang rupiah, digulirkan otoritas moneter pada 2010. Tepatnya era kepemimpinan Darmin Nasution di Bank Indonesia.

Pada 2013, naskah RUU tentang Redenominasi bernama RUU Perubahan Harga Rupiah, selesai disusun. Entah mengapa, RUU tersebut tak sempat dibahas lagi.

Empat tahun kemudian, BI berencana mengajukan RUU tersebut. Lagi-lagi, pemerintah diam saja, tak segera mengajukannya ke DPR. "Akan kita sampaikan (masukan soal redemoninasi) ke pemerintah, sebagai bahan masukan saja," ucap Perry yang akan mulai memimpin BI pada 24 Mei 2018.

Pada 2017, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk tidak mengajukan RUU Redenominasi ke DPR karena otoritas fiskal lebih mengutamakan revisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Agus Martowardojo sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah mengajukan RUU terkait redenominasi ke DPR. Pertimbangan Agus, pada 2017 kondisi ekonomi dan politik sudah stabil dan kondusif untuk membahas redenominasi.

Menurut BI, diperlukan masa transisi tujuh tahun untuk redenominasi sebelum Indonesia benar-benar memberlakukan pecahan mata uang baru. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x