Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 13:01 WIB

Jokowi Yakinkan Industri 4.0 Banyak Serap Pekerja

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 4 April 2018 | 11:33 WIB
Jokowi Yakinkan Industri 4.0 Banyak Serap Pekerja
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nasib pekerja di era industri digital saat ini memang perlu menjadi perhatian, jika tidak jutaan pekerja akan kehilangan pekerjaan mereka jika tak mampu beradaptasi.

Namun berbeda dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mempercayai jika revolusi industri yang dinamakan 4.0 bakal menghilangkan banyak lapangan pekerjaan.

"Saya percaya bahwa revolusi industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru dari pada jumlah lapangan kerja yang hilang," kata Jokowi dalam acara Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/4/2018).

Jokowi beralasan keyakinan itu didapat dari analisa Mckinsey Global Institue pada 2015 bahwa revolusi industri memiliki dampak 3.000 kali lebih dahsyat dibanding revolusi industri pertama di abad 19. Dalam analisa itu, lanjut Jokowi perubahan industri bakal lebih cepat.

"Dari laporan laporan yang diterima termasuk dari menteri perindustrian dan saya percaya itu, saya percaya bahwa dampak dari revolusi industri 4.0 ini akan 3000 kali lipat dibandingkan dampak revolusi industri pertama sekitar 200 tahun yang lalu. Saya mempercayai itu," kata Jokowi.

Tak hanya itu dari analisa tersebut juga memprediksi bahwa revolusi industri 4.0 akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia, mulai dari saat ini sampai pada 2030.

Menurut Jokowi, ratusan pekerjaan yang hilang saat industri 4.0 itu karena digantikan oleh robot dan mesin. Namun untuk analisa ini mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak mempercayainya.

"Ya maksudnya Mckinsey 800 juta pekerja di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaannya karena diambil alih oleh robot dan mesin dalam 12 tahun ke depan. Nah kalau yang ini saya nggak percaya, nggak percaya. Kalau yang pesimis saya nggak percaya atau paling nggak rada nggak percaya.," tutur dia. [hid]

Komentar

Embed Widget

x