Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:45 WIB
 

Perkantoran di DKI Tumbuh Pesat, Awas Sepi Penyewa

Oleh : - | Rabu, 4 April 2018 | 13:40 WIB
Perkantoran di DKI Tumbuh Pesat, Awas Sepi Penyewa
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, jumlah ruang perkantoran di Provinsi DKI Jakarta bakal yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Booming pembangunan di tengah lesunya daya beli.

"Secara jumlah gedung mungkin tidak terlalu banyak, tetapi secara total, ukuran gedung perkantoran yang akan dibangun itu akan lebih besar di CBD (daerah sentrabisnis)," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Menurut Ferry, sejumlah proyek gedung perkantoran yang baru masuk pada 2018 semuanya berukuran sangat besar, seperti dua gedung baru di CBD yaitu Prosperity dan Treasury Tower.

Kedua, gedung baru tersebut bakal berkontribusi kepada penambahan ruang perkantoran sekitar 200.000 meter-persegi. Sedangkan secara total, jumlah pasokan kumulatif pada kuartal I-2018 di Jakarta adalah 6,2 juta meter-persegi.

Hal tersebut sudah termasuk 470.000 meter-persergi, ruang perkantoran baru yang beroperasi pada 2018. Sedangkan dari 2018 hingga 2012, luas ruang perkantoran mencapai 1,2 juta meter-persegi.

Ferry mengingatkan bahwa booming pembangunan gedung perkantoran ini dimulai pada 2012. Kala itu, investor masuk ketika siklus properti sedang mengalami kenaikan.

"Prinsip investasi diprediksi meningkat kalau siklusnya menaik. Kalau sudah ada di puncak, kegiatan investasi harusnya tidak terlalu ekspansif. Hasilnya tahun pemilu 2014 hingga 2017, kita lihat di report terjadi penurunan okupansi karena jumlah pasok dengan jumlah penerapan itu tidak seimbang," paparnya.

Selain itu, ujar dia, rata-rata harga penawaran sewa naik disebabkan beroperasinya gedung-gedung perkantoran kualitas premium, namun karena situasi "tenant market" (pihak yang membeli ruang perkantoran memegang kendali), maka harga transaksi bisa jauh lebih rendah dari harga penawaran.

Sejak awal tahun, Colliers telah menyoroti kelebihan pasokan perkantoran dan apartemen di kawasan DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya yang dinilai dapat mengakibatkan dinamika pada sektor properti pada tahun 2018.

"Situasi kelebihan pasokan di perkantoran dan residensial bertingkat terus menempatkan tekanan terhadap penyewaan dan tingkat harga sepanjang 2018," kata Ferry Salanto.

Menurut Ferry, sektor perkantoran diprediksi akan banyak dipenuhi aktivitas dan relokasi yang dilakukan pelaku usaha semacam bidang "e-commerce".

Selain itu, ujar dia, dalam sektor residensial, ke depannya apartemen atau perumahan menengah ke bawah akan tetap mendominasi keseluruhan penjualan sektor ini. [tar]

Komentar

 
x