Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 15:01 WIB

"Tax Holiday Itu Investasi Pajak Jangka Panjang"

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 5 April 2018 | 09:09 WIB

Berita Terkait

Direktur Eksekutif Center Fot Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah segera menerapkan tax holiday berupa pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) badan kepada investor. Kebijakan ini memberi kepastian kepada investor anyar.

Direktur Eksekutif Center Fot Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, mengatakan bahwa kebijakan ini bukan tanpa resiko. Bahwa penerimaan pajak negara berpotensi turun. "(penerimaan pajak) Ya memang turun, tax holiday itu memang pengorbanan. Dari sisi pendapatan negara turun. Tapi dari sisi multiplayer, perekonomian bertambah," kata Yustinus di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Meski begitu, lanjut Yustinus, tax holiday bakal menguntungkan pemerintah. Dengan tumbuhnya perusahaan baru, menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Artinya, sumber penerimaan pajak baru bagi negara.

"Itu harus juga dihitung, karena jangka panjang akan jadi penerimaan pajak. Jadi, tax holiday ibarat investasi. Misalnya, saya inves 10 tahun akan petik hasilnya, kan gitu ya," kata Yustinus.

Sebelumnya Kemenkeu telah mengumumkan skema baru insentif pajak untuk menarik lebih banyak investasi ke Tanah Air. Dalam aturan tersebut, ditetapkan sebanyak 17 sektor industri yang bisa memperoleh insentif pajak untuk investasinya.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Robert Pakpahan mengatakan skema baru ini akan meningkatkan pendapatan negara. Jadi kendati pemerintah memberi pengaturan pengurangan pajak penghasilan (PPh), namun melalui tax holiday, pemerintah tetap mendapat penerimaan dari pajak pegawai maupun penjualan.

"Pajak perusahaan memang dibebaskan. Tapi keuntungan dari mereka berjualan, PPN jalan terus, ada tax itu. Kalau mereka hire karyawan eksekutif kan ada PPh 21, negara dapat dari sana. Dan ini juga untuk meningkatkan investasi," ujar Robert beberapa waktu lalu.

Nantinya, kata Robert, tax holiday ini diberikan pada penanaman modal baru. Tetapi Tax holiday tidak akan mengurangi penerimaan pajak yang ada saat ini. "Ini bukan dari yang eksisting, tax holiday terhadap future, cara membacanya kalau tax holiday tidak diberikan, enggak datang investasinya. Dan memang enggak ada revenuenya. Itu enggak menggembosi eksisting revenue," ujar dia. [ipe]

Komentar

x