Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 04:15 WIB
 

Bank Wakaf Mikro tak Saingi Pembiayaan Syariah

Oleh : - | Jumat, 6 April 2018 | 06:38 WIB
Bank Wakaf Mikro tak Saingi Pembiayaan Syariah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Purwokerto - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bank wakaf mikro tidak bersaing dengan lembaga pembiayaan syariah lain yang sudah mapan di daerah seperti BPR syariah maupun BMT syariah karena mempunyai segmen nasabah tersendiri.

"Bank wakaf mikro tidak bersaing dengan mereka, karena ini nasabahnya kecil, beda kelas dengan BPR atau BMT syariah," kata Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono dalam acara pelatihan dengan media massa di Purwokerto, Kamis (5/4/2018).

Ahmad mengatakan nasabah bank wakaf mikro adalah masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal, namun memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha agar tingkat kesejahteraannya meningkat.

Selain itu, skema pendanaan bank wakaf mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara tiga persen.

Bank wakaf mikro juga memberikan pendampingan bagi kelompok untuk membantu pemberdayaan masyarakat kecil di daerah yang memiliki usaha ultra mikro.

Sedangkan, pembiayaan yang ditawarkan oleh BPR syariah maupun BMT syariah adalah mencapai kisaran Rp10 juta dengan target nasabah adalah masyarakat kelas menengah yang sudah lebih mapan.

"Bank wakaf mikro hanya menyasar lapisan bawah masyarakat dengan adanya pendampingan dari pesantren. Selain itu di bank wakaf mikro juga tidak ada agunan. Kalau di BPR dan BMT kelasnya lebih tinggi dan tidak ada pendamping dan harus ada agunan," ujarnya.

Pembentukan bank wakaf mikro di berbagai daerah dilakukan dengan menyertakan tokoh pengasuh pesantren serta dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri.

Donatur dari bank wakaf mikro adalah seluruh masyarakat yang memiliki kelebihan dana khususnya pengusaha atau perusahaan besar yang memiliki kepedulian kepada program pemberdayaan masyarakat miskin dan pengentasan ketimpangan di Indonesia.

OJK telah memberikan izin usaha kepada 20 bank wakaf mikro di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Jawa Barat (Cirebon, Bandung, Ciamis), Banten (Serang dan Lebak), Jawa Tengah (Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten), Yogyakarta dan Jawa Timur (Surabaya, Jombang, Kediri).

OJK memastikan jumlah ini bisa bertambah hingga mencapai 50 bank wakaf mikro pada akhir 2018 serta tidak hanya tumbuh di sekitar wilayah pesantren.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2018, jumlah nasabah bank wakaf mikro tercatat sebesar 3.876 nasabah dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp3,63 miliar. [tar]

Komentar

 
x