Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 09:00 WIB
 

Menhub Wujudkan Dwelling Time Tanjung Priok 3 hari

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 6 April 2018 | 10:01 WIB
Menhub Wujudkan Dwelling Time Tanjung Priok 3 hari
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan dwelling time akan dilakukan secara optimal dengan waktu 3 hari.

Dengan demikian harus melakukan pengembangan berbagai aspek seperti pemeriksaan peti kemas, mulai dari pelayanan, sarana atau fasilitas, hingga pengembangan Kementerian/Lembaga untuk melakukan peningkatan layanan.

"Rencana saya dwelling time tetap 3 hari, tetapi kita akan meninjau atau minta kepada Kementerian atau Lembaga untuk melakukan improve apa yang musti kita lakukan," tambah Menhub Budi usai mengunjungi PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) dalam rangka paparan stakeholder terkait Dwelling Time dan Delivery Order (DO) Online, Kamis (5/4/2018).

"Jika sumber daya manusianya kurang banyak maka ditambah (SDM), jika kurang kompeten harus menjadi kompeten. Jika tempatnya kurang luas maka nanti akan diperluas, dan jika peralatannya kurang akan ditambah serta jika online tidak konsisten harus konsisten."

Menhub akan memberikan masukan kepada K/L yang masih belum maksimal agar menjadi lebih baik. Bertindak tegas adalah sebuah proses untuk menjadi lebih baik seperti adanya layanan DO Online yang kini cukup memudahkan masyarakat.

"Memberikan masukan kepada K/L yang belum maksimal untuk melakukan perbaikan. Tapi tadi kita sudah mendapat pujian, katakanlah adanya DO Online. Namun sebagian memang masih terdapat masalah. Bea Cukai relatif paling baik dan nanti saya akan one on one ketemu dengan pihak-pihak yang memang belum memberikan suatu level service yang baik," jelas Menhub Budi seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

Pada kesempatan ini, Menhub juga menjelaskan bahwa penggunaan tarif progresif dalam dwelling time masih akan dilihat keseimbangannya antara tarif progresif dengan flat. Hal-hal ini terus dilakukan untuk menciptakan sistem yang transparan, murah, cepat, dan mudah.

"Urgensinya, ini akan transparan, murah, cepat, dan mudah. Overall, empat kriteria itu yang kita ingin lakukan," tutur Menhub Budi.

Komentar

x