Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:38 WIB

Tertarik Viral Stasiun Duri, Menhub Budi Blusukan

Sabtu, 7 April 2018 | 01:29 WIB

Berita Terkait

Tertarik Viral Stasiun Duri, Menhub Budi Blusukan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Hari-hari ini, muncul tayangan Stasiun Bukit Duri, Jakarta Barat yang tak mengenakkan. Ada tangga eskalator yang bergerak sebaliknya. Belum lagi fasilitas bangunan yang sudah tak layak.

Atas tayangan yang menjadi viral di media sosial itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi langsung bergerak. Dia melakukan sidak untuk melihat langsung wajah Stasiun Bukit Duri. "Saya ingin melihat langsung kondisi sebenarnya untuk selanjutnya ambil keputusan agar ada perbaikan," kata Menhub Budi kepada pers di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Budi mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus nelakukan perbaikan sarana dan prasarana agar kenyamanan dan keselamatan penumpang makin baik.

Dari hasil pengamatan, katanya, memang diperlukan sejumlah perbaikan dan penyempurnaan seperti perlunya menambah tangga penumpang sehingga memudahkan akses pindah kereta dan keluar stasiun.

Penumpukan penumpang di Stasiun Duri terjadi antara lain adanya pengurangan frekuensi perjalanan rute Duri-Tangerang berimbas pada bertambah lamanya waktu tunggu penumpang di sejumlah stasiun yang dilalui. Salah satunya seperti terjadi di Stasiun Duri.

Kereta api listrik (KRL) yang biasa datang setiap 20 menit menjadi 30 menit karena adanya penyesuaian waktu perjalanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Di Stasiun Duri, untuk jumlah penumpang yang masuk sebesar 20.000 orang per hari di hari kerja dan 30.000 orang per hari di hari libur. Sementara untuk yang transit jumlahnya jauh lebih besar yaitu sekitar 35.000 orang per hari.

Untuk jadwal pagi yaitu pukul 06.00 sampai 08.00 terjadi kepadatan dengan total jumlah penumpang yang mencapai 8.000 orang yang diangkut dengan empat rangkaian kereta 10 gerbong yang datang setiap 30 menit.

Jalur KA Bandara saat ini hanya memiliki jalur baru dari Stasiun Batu Ceper ke Bandara Soekarno-Hatta. Sementara dari Stasiun Batu Ceper, Tanah Abang dan Sudirman masih menggunakan Jalur KRL, kondsi itu mengakibatkan Kereta Bandara harus berbagi jalur dengan KRL.[tar]

Komentar

x