Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 17:57 WIB
 

Menkominfo Ajak Pelajar di China Tekuni Startup

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 8 April 2018 | 13:55 WIB
Menkominfo Ajak Pelajar di China Tekuni Startup
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok kembali ke Indonesia untuk mengembangkan start up di Indonesia.

"Jadi kawan-kawan yang belajar di Tiongkok, kembali ke Indonesia bisa kembangkan start up. Kiblat kita sekarang ke Tiongkok. Belajarlah semaksimal mungkin, tidak hanya di perguruan tinggi tapi juga perusahaan yang ada di sana. Semaksimalnya, setelah itu kembali ke Indonesia," katanya Sabtu (7/4/2018) siang.

Menteri Kominfo menyatakan era saat ini merupakan masa ekonomi digital. Semua bisnis, terutama e-commerce dan yang ada kaitannya dengan proses baru memanfaatkan teknologi berbasis internet. Pemerintah Indonesia pun telah melakukan antisipasi perkembangan ekonomi digital dan era Industri 4.0.

"Di Indonesia, terjadi perubahan ekonomi, yang tadinya berbasis komoditas ke ekonomi berbasis services. Apalagi pemanfaatan teknologi fdigital untuk create ekonomi baru. Dalam hal ini kita bicara soal e-commerce atau platform aplikasi yang menghasilkan tantangan baru ekonomi kita," jelasnya di hadapan peserta Seminar Unplugged bertemakan S.I.D.E (Startup, Inovation, Digital, Entrepreneur) di Beijing, Tiongkok, Sabtu (07/04/2018) siang, melalui video conference dari Lantai 7 Gedung Utama Kementerian Kominfo, Jakarta.

Mengenai potensi ekonomi digital di Indonesia, Menteri Rudiantara menyebutkan saat ini Indonesia sudah ada empat unicorn yang berkembang dari start up, yaitu GoJek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. "Kalau jadi start up pasti cita-citanya jadi unicorn, kita (Pemerintah Indonesia) ingin punya banyak unicorn. Kita ingin seperti Amerika dan Tiongkok yang punya ratusan unicorn," jelasnya mengutip dari laman resmi Kominfo.

Selain target unicorn, Menteri Kominfo menjelaskan tujuah besar pengembangan e-commerce di Indonesia. "Kita punya obyektif besar, US$130 Miliar dolar Tahun 2020. Angka itu 11% dari ekonomi kita dihitung dari market exchange rate. Diperkirakan ekonomi kita nantinya mencapai US$1,2 triliun," jelasnya.

Untuk mewujudkan itu, Menteri Rudiantara mengakui pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Namun melibatkan seluruh ekosistem ekonomi digital.

"Pemerintah bekerja sama dengan ekosistem, dengan teman-teman yang di lapangan untuk membuat arah atau Peta Jalan e-Commerce Indonesia yang sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden," jelasnya.

Komentar

 
x