Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 10:27 WIB
Hightlight News

Ayo Belajar Jurus Hadapi 7 Isu Ekonomi Digital

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 8 April 2018 | 15:03 WIB

Beban Pajak

Ayo Belajar Jurus Hadapi 7 Isu Ekonomi Digital
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tak ingin ketinggalan mengiktui perkembangan ekonomi digital saat ini, coba simak jurus menghadapi tren saat ini dari Kominfo.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara telah merumuskan tujuh isu yang hangat dalam perkembangan ekonomi digital. Tren tersebut harus mampu menggerakkan ekonomi nasional.

Apalagi upaya mengembangkan ekonomi digital bukan pekerjaan yang mudah, oleh karena itu pemerintah telah mengupas tujuh isu besar yang dihadapi.

Menteri Rudiantara merinci tantangan itu sebagai berikut:  
Pertama, talenta atau sumberdaya manusia. Saat ini di Indonesia ekonomi digital berkembang pesat. Pasar ekonomi digital pasar besar tapi kompetensi sumberdaya manusia di bidang teknologi masih kurang.

Guna memastikan sumberdaya yang mumpuni, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengalokasikan beasiswa untuk mahasiswa belajar mengenai ekonomi digital. "Kami kirim 20 mahasiswa untuk pasca sarjana atau doktoral. Sebelumnya kita kirim ke Amerika, Asia, atau Australia. Dari 20 jatah mahasiswa yang dikirim, kami mengirim 10 orang ke Tiongkok dan 10 orang ke India. Karena keduanya kiblat masa depan ekonomi digital," jelas Menteri Rudiantara.

Kedua, mengenai pendanaan. Dalam pandangan Menteri Kominfo, persoalan pendanan memang sulit. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan agar memungkinkan pendanaan dari dalam negeri dan luar negeri.

Bahkan salah satu inisiatif selain membuka peluang investasi, Kementerian Kominfo tengah menargetkan pembentukan Indonesia Fund yang ditargetkan mampu menngumpulkan dana US$100 miliar.

"Lembaga pendanaan akan diluncurkan pada quartal ketiga tahun ini," jelasnya di hadapan peserta Seminar Unplugged bertemakan S.I.D.E (Startup, Inovation, Digital, Entrepreneur) di Beijing, Tiongkok, Sabtu (07/04/2018) siang, melalui video conference dari Lantai 7 Gedung Utama Kementerian Kominfo, Jakarta.

 

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x