Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 11:22 WIB
Hightlight News

Ayo Belajar Jurus Hadapi 7 Isu Ekonomi Digital

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 8 April 2018 | 15:03 WIB

Beban Pajak

Jaringan 4G

Beban Pajak

Ketiga, mengenai pajak yang harus diperlakukan sama apa yang terjadi di dunia nyata. Secara khusus Menteri Kominfo mengungkap tengah mengajak Kementerian Keuangan untuk mengembangkan mekanisme pajak yang bisa mendorong pengembangan e-commerce.

Keempat, consumer education dan literasi kepada masyarakat mengenai ekonomi digital. Pendidikan ini diperlukan agar masyarakat mampu menggunakan berbagai fitur dan layanan berbasis digital. "Di Tiongkok literasi sudah jauh lebih baik, ada payment system menggunakan Alipay atau payment lain. Di kita masih belum, makanya perlu ditingkatkan lagi literasi masyarakat," jelas Menteri Rudiantara.

Kelima, soal logistik menurut Menteri Kominfo tengah dibenahi. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang membawa konsekuensi arus barang lebih mahal dibandingkan dengan di Tiongkok.

"Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla punya program Tol Laut. Itu bukan membangun tol di laut tapi bagaimana memastikan flow of people atau flow of good, memperlancar arus manusia dan barang dengan memberikan subsidi pada pergerakan kapal laut dan transportasi antar pulau di Indonesia," paparnya.

Masih mengenai soal logistik, Menteri Rudiantara menjelaskan Pemerintah tengah melakukan transformasi atas PT Pos Indonesia. "Supaya orientasinya tidak hanya berkirim surat, tapi berubah orientasi ke perposan ke logistik.  Ini suatu hal yang besar karena logistk Pos merupakan salah satu yang tinggi konribusinya terhadap GDP, sekitar 2,4 persen GDP Indonesia habis dalam logistik," jelasnya.

Peluang aplikasi logistik dijelaskan Menteri Kominfo tengah berkembang pesat dan banyak ide start-up. "Setiap tahun ada pembelanjaan USD 400 Miliar untuk logistik, ini terlalu mahal. Makin besar angka, main besar permasalahan dan makin besar peluang bagi anak muda menemukan cara baru. Menemukan ruang inefisiensi bagi cara baru yang lebih efektif dengan aplikasi dan start up," jelasnya.

Keenam mengenai keamanan siber yang dinilai penting sebagai jaminan keamanan dan proteksi agar proses bisnis yang ada tidak berantakan.  

 

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x