Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 03:25 WIB

Utang Luar Negeri Naik, Ini Kata Pengamat

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 9 April 2018 | 01:05 WIB

Berita Terkait

Utang Luar Negeri Naik, Ini Kata Pengamat
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) pada akhir Januari 2018 meningkat 10,3 persen (yoy) menjadi US$357,5 miliar atau sekitar Rp4.915 triliun (dalam kurs Rp13.750 per dolar AS).

Nilai utang itu terbagi menjadi dua, yakni utang dari pemerintah, dan swasta. Adapun utang pemerintah senilai US$183,4 miliar atau setara Rp2.521 dan utang swasta senilai US$174,2 miliar atau setara Rp2.394 triliun.

Menanggapi kondisi ini, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, ekonomi Indonesia tidak lagi prudent.

"Engga prudent ya, karena ini kan terjadi diskorektifitas antara hutang dan pertumbuhan ekonomi," kata Bhima, Minggu (8/4/2018).

Menurut Bhima, hutang luar negeri itu tidak digunakan sebagaimana mestinya. "Jadi utang itu digunakan ternyata apakah benar untuk infrastruktur, ternyata kan tidak, ternyata yang naik belanja pegawai yang naik. Dalam waktu tiga tahun terakhir belanja pegawai yang naik. Kemudian ada belanja barang itu sampai 58 persen naiknya dalam tiga tahun terakhir," kata dia.


Nah, kata dia, jika belanja barang dan pegawai yang naik, artinya belum tentu klaim utang untuk infrastruktur bisa dipertanggungjawabkan juga. "Kemudian yang terjadi sekarang utang ditarik untuk proyek-proyek BUMN misalnya," ujar dia.

Dengan demikian, multiplayer efek dari utang yang dipinjam Indonesia kepada ekonomi sangat kecil. Pada peningkatan tenaga kerja juga tidak optimal.

"Makanya sebelum menambah utang 14 persen setiap tahunnya ya kepada luar negeri itu pemerintah juga harusnya sadar, penggunaan utang harus tepat sasaran, punya dampak ekonomi yang luas menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Kalau tidak bisa mendasari pada output itu lebih baik jumlah utangnya dikurangi dong," kata dia. [hid]

Komentar

x