Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:09 WIB

Ke Depan, Inflasi Jadi Acuan Harga BBM Nonsubsidi

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 9 April 2018 | 18:01 WIB

Berita Terkait

Ke Depan, Inflasi Jadi Acuan Harga BBM Nonsubsidi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kenaikan harga BBM non-penugasan jenis Pertalite dan Pertamax pada akhir bulan Maret menyumbang inflasi. Kenaikan Pertalite lah yang paling banyak menyumbang inflasi.

Dengan kondisi ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahat meminta kenaikan BBM non-penugasan harus melihat sisi inflasi. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo. "Menyangkut bahan bakar JBU, Pertalite, Pertamax, Super dll, maka arahan bapak presiden mengenai kenaikan harganya harus mempertimbangkan inflasi ke depannya," kata Arcandra pada wartawan di kantornya, Senin (9/4/2018).

Hal itu, klaim Arcandra, lantaran pemerintah sangat memerhatikan laju inflasi. Sebab, kenaikan BBM beberapa waktu kemarin itu telah membuat kenaikan inflasi. "Pemerintah sangat concern dengan laju inflasi kalau terjadinya kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo," ujar dia.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite masih inflasi di April 2018. Sebab, kenaikannya harga baru pertalite terjadi di akhir Maret 2018. "Karena pertalite itu naiknya tanggal 24 Maret, berarti kita hitung baru 7 hari, dampak ikutannya masih terjadi di bulan April, berapa besarnya belum tahu, kalau minggu terakhir tercover, pasti akan masih berdampak," kata Suhariyanto di kantornya beberapa waktu lalu.

BPS mencatat inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,20%. Dari sisi harga bergejolak disebabkan kenaikan harga bumbu dapur seperti cabai merah dengan andil 0,07%, bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,04%, cabai rawit andilnya 0,02%.

Sedangkan dari administered price atau harga yang diatur pemerintah berasal dari kenaikan harga pertamax dan pertalite yang andilnya dari kelompok BBM sebesar 0,05%.[hid]

Komentar

x