Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 17:53 WIB
 

IAF 2018 Sepakati Kerja Sama Bisnis US$586 Juta

Oleh : - | Selasa, 10 April 2018 | 15:15 WIB
IAF 2018 Sepakati Kerja Sama Bisnis US$586 Juta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Afrika Forum/IAF) 2018, melahirkan kesepakatan bisnis senilai US$586,56 juta antara Indonesia dengan sejumlah negara di Afrika.

Nilai kesepakatan bisnis itu diumumkan dalam pembukaan IAF 2018 di Nusa Dua Bali Convention Center (NDBCC), Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4/2018). Kesepakatan bisnis ini, mencerminkan kerja sama ekonomi konkret yang saling menguntungkan, serta menandai permulaan kolaborasi dan kerja sama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi antara Indonesia dan Afrika.

Kesepakatan bisnis senilai US$586 juta, tercapai dalam beberapa kesepakatan, antara lain Indonesia Eximbank dan The African Export-Import Bank, Indonesia Eximbank dan Standard Chartered Bank, PT Wijaya Karya (Wika) dan Chief of Cabinet of Niger, PT TIMAH dan Topwide Ventures, Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia Max Air dan Ethiopian Airlines, PT Perusahaan Perniagaan Internasional dan Madarach Madagascar.

Dalam pembukaan Forum Indonesia-Afrika di Nusa Dua, Bali itu juga diumumkan rencana bisnis senilai US$1,3 miliar. Rencana bisnis tersebut dilakukan beberapa pihak, antara lain PT Wijaya Karya (Wika) di Niger, Algeria, dan Mozambik; PT PAL Indonesia di Gabon, Guinea-Bissau, Senegal; PT Pertamina di Nigeria; PT INKA di Zambia; Indonesian Eximbank dan ICIEC di 24 negara; Ethiopian Airlines untuk penerbangan langsung Addis Ababa-Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan IAF 2018 ini, akan diadakan beberapa panel diskusi antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tentang pembuatan kebijakan dan perspektif terkait topik-topik strategis, seperti diplomasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, inisiatif fasilitas pembiayaan, transformasi digital, kerja sama industri strategis.

Selanjutnya, pada hari kedua IAF 2018, Rabu (11/4/2018), akan diadakan Forum Bisnis Indonesia-Afrika untuk mendiskusikan topik-topik penting, seperti konektivitas, ekonomi digital, pertanian, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, serta masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Afrika.

Sepanjang forum tersebut, para menteri, pejabat tinggi, CEO, bankir, dan pemimpin Kamar Dagang dan Industri dari Indonesia dan negara-negara Afrika akan berdiskusi dan bertukar pikiran.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut para CEO dan perwakilan bisnis dari Afrika, termasuk Ethiopian Airlines, Topwide Ventures Limited, Africa Export-Import Bank, Amirco Commercial Service.

IAF merupakan acara yang diadakan untuk pertama kalinya oleh pemerintah Indonesia sebagai dasar/platform untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

IAF sejalan dengan dorongan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera memasuki pasar-pasar nontradisional, terutama Afrika. Pemerintah RI berupaya untuk mengonversi kedekatan hubungan politik Indonesia dengan negara-negara Afrika menjadi kedekatan hubungan ekonomi. [tar]

Komentar

 
x