Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 00:14 WIB
 

Pemprov Jatim Ingin India Tingkatkan Investasi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 10 April 2018 | 16:33 WIB
Pemprov Jatim Ingin India Tingkatkan Investasi
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, India - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, berharap melalui kunjungannya ke India, investasi India di Jawa Timur akan mengalami peningkatan.

Demikian pula, neraca perdagangan Jawa Timur-India, khususnya akan tercapai keseimbangan ekspor-impor dua wilayah. Hal tersebut disampaikan Gubernur Soekarwo saat memberikan sambutan pada acara "East Java Business Forum Meeting" di Taj Mahal Hotel, New Delhi, India, Selasa (10/4/2018).

Keunggulan India di banyak hal, antara lain tekstil, otomotif, dan digitalisasi, yang diyakini Pakde Karwo juga akan dapat menaikkan daya saing Jawa Timur. Jatim sendiri saat ini mengembangkan smart province yang dicapai melalui smart goverment, smart industri, dan ekonomi.

Smart goverment, lanjutnya, dicapai melalui penyediaan informasi dan data serta pelayanan publik berbasis teknologi, dan industri serta ekonomi melalui terwujudnya usaha kecil dan menengah agar lebih efisien.

Untuk industri, dilakukan penggenjotan industri manufaktur terutama industri pengolahan sebagai sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDR. Saat ini, telah beroperasi 10 kawasan industri dengan 4 buah, di antaranya langsung memberikan kemudahan langsung konstruksi, yaitu kawasan industri JIIPE, Tuban, Maspion, dan save and lock.

Saat ini 9 buah kawasan industri 31.584 ha sedang dilakukan pembangunan, seperti di Bangkalan, Malang, Banyuwangi. Selain itu, juga dalam proses dikembangkan kawasan ekonomi khusus dengan fokus pariwisata, yaitu di Singosari Malang dan Trenggalek.

Terkait investasi India di Jatim, Gubernur Pakde Karwo menjelaskan telah tercatat senilai 792.369,92 ribu Dollar AS dengan total 67 proyek. Beberapa sektor investasi pengusaha India di Jatim meliputi metal, mesin dan elektronik, perdagangan dan reparasi, serta industri makanan dan minuman.

Sementara itu, ekspor Jatim ke India, khususnya pengolahan logam berkontribusi 88,8% dari nilai total ekspor Jatim ke India. Ekspor Jatim sendiri ke India sebesar 585,59 juta Dollar AS pada tahun 2017.

Perdagangan dengan India, jelas Pakde Karwo, Jatim tercatat defisit, yang oleh karena itu perlu diseimbangkan. Untuk itu, Pemprov. Jatim memberikan empat jaminan kemudahan bagi para pebisnis India yang mau berinvestasi dan berbisnis di Jatim, yaitu fasilitasi perizinan, ketersediaan tenaga trampil, pengadaan tanah, dan kecukupan energi listrik.

"Politik dan keamanan di Jatim senantiasa stabil, dan menjadi barometer nasional," ujarnya seperti mengutip dari laman resmi Pemprov Jatim.

Ekspor Indonesia ke India pada tahun 2017 mencapai nilai tertinggi selama ini, mencapai US $24 billion. Juga, kunjungan wisatawan India tahun 2017 lalu mencapai 500 ribu atau tumbuh 25% dibanding tahun sebelumnya.

Komentar

x