Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 20:02 WIB

Keamanan Sistem Pembayaran, BI Kaji Blockchain

Selasa, 10 April 2018 | 17:54 WIB

Berita Terkait

Keamanan Sistem Pembayaran, BI Kaji Blockchain
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) masih melakukan uji teknis terhadap teknologi blockchain guna meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem pembayaran.

"Hasil uji teknis sementara, sistem blockchain bisa digunakan untuk memaksimalkan penerapan identifikasi data dan transaksi nasabah (Know Your Customer/KYC)," kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Imaduddin Sahabat di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Namun, Imaduddin menegaskan Bank Sentral masih mengkaji dan belum memutuskan untuk menggunakan atau tidak, teknologi yang menyebarkan titik server data tersebut. "Yang cocok pada industri keuangan itu `Know Your Customer`. Yang digunakan untuk apanya lagi, kami masih pelajari," kata Imaduddin.

Blockchain merupakan teknologi basis data yang membuat data di dalamnya tidak bergantung pada jaringan atau server terpusat. Namun berbagai data di dalamnya dimiliki oleh konsensus berupa pihak atau komputer yang ada di dalam jaringan tersebut atau terdesentralisasi.

Server yang tidak hanya tunggal dan tersebar ini merupakan salah satu sifat yang membuat blockchain dianggap lebih aman, terutama ketika sistem menghadapi gangguan. Saat salah satu mengalami gangguan seperti peretasan, server tersebut dapat diabaikan karena jaringan server lainnya memiliki data yang berbeda.

BI, kata Imaduddin, sudah mengkaji penggunaan "blockchain" sejak 2016. Proses kajian sudah memasuki uji teknik yang akan selesai paling lambat tahun depan.

Meski sudah memasuki berbagai tahap, BI masih bergeming untuk menerapakan atau tidak teknologi blockchain. Blockchain" sangat tidak sederhana. Bank Sentral di negara lain pun, bahkan negara maju, masih berada dalam tahap uji coba. "Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Selain itu blockchain juga teknologinya masih belum stabil," ujar Imaduddin.

Selain untuk transaksi sistem pembayaran berskala besar, blockchain juga sangat dimungkinkan untuk pembayaran berskala ritel. Kemudian, di industri keuangan, blockchain juga akan berguna untuk penelusuran aset, seperti validasi kepemilikan sertifikat tanah. "Kita masih pelajari kekurangan dan kelebihannya," ujar Imaduddin.

Blockchain mulai dikenal secara global pada 2009. Teknologi itu juga dimanfaatkan oleh pemain mata uang virtual Bitcoin. [tar]

Komentar

x