Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:31 WIB
 

Swasembada Bawang Putih, Pedagang dan DPR Bingung

Oleh : - | Rabu, 11 April 2018 | 05:09 WIB
Swasembada Bawang Putih, Pedagang dan DPR Bingung
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Para pedagang bawang putih mengaku bingung dengan pemberitaan panen bawang putih lokal dan target swasembada. Yang benar, bawang putih impor membanjiri pasaran.

"Sampai hari ini, saya belum pernah menjual bawang putih lokal dan saya tidak pernah terima. Barangnya tidak ada, yang katanya panen itu mana buktinya kami itu butuh bukti bukan ngomong aja," kata pedagang dari Pasar Induk Kramatjati, Hajah Khairulus saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Khairul mengaku selalu mendapatkan kiriman bawang putih impor. Selama ini, kata ia, tidak pernah menjual bawang putih lokal. Sampai saat ini, pedagang mehngeluhkan minimnya pasokan impor. Jumlah bawang putih yang masuk kepadanya kurang dari kebutuhan.

Ia mengaku dijanjikan mendapatkan tujuh kontainer setiap pekannya. Kenyataannya hanya satu hingga tiga kontainer yang datang kepadanya. "Alasannya karena pengurusan di bea cukai susah, kemudian lab-nya berbelit-belit. Semua kontainer harus dilab tapi kebenarannya wallahualam. Sekali dateng yang saya dengar setiap minggu kisaran 60 sampai 100 kontainer tapi yang sampai ke sini tertunda-tunda kadang satu kadang dua, alasannya kapal delay," lanjut Khairul.

Pedagang bawang putih dari Pasar Induk Kemang Bogor, Suparta mengatakan meskipun kekurangan pasokan barang, ia tetap tidak bisa menaikan harga. Ia takut apabila menaikan harga justru dianggap pedagang bermasalah. "Kalau kita jual tinggi takutnya jadi gimana gitu kan seperti tahun kemarin jual tinggi dikira penjualnya tidak benar," kata Suparta.

Terhadap para pedagang, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi, menyatakan, akan memanggil lembaga terkait seperti Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Satuan Tugas Pangan Polri dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Viva mengamini keluhan pedagang. Ia menyayangkan, jika ada pihak tertentu untuk mengendalikan harga dan pasokan kepada pedagang. Dia mendesak Satgas Pangan Polri mengusut tuntas tata niaga bawang putih, terlebih Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menemukan sembilan kejanggalan niaga pangan. Ia menyayangkan, bahwa pedagang tidak menerima pasokan bawang putih lokal sehingga menjual bawang putih impor di pasaran.

Pada 2017, pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian menargetkan, swasembada bawang putih sebanyak 450.000 ton dengan mayoritas 97% produk impor. Kemudian pemerintah menurunkan target swasembada menjadi 300.000 ton pada 2018.

Kini, kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai 500.000 ton per tahun., Namun produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 20%. Untuk memenuhi kebutuhan bawang putih, Indonesia masih mengimpor dari China, Mesir, India, Filipina, Thailand, hingga Taiwan.[tar]

Komentar

x