Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 11:48 WIB
 

Pemadaman di Lahan Gambut Butuh Kerja Lebih Keras

Oleh : - | Rabu, 11 April 2018 | 14:51 WIB
Pemadaman di Lahan Gambut Butuh Kerja Lebih Keras
(Foto: KementerianLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian LHK terus memantau upaya pemadaman oleh Manggala Agni pada kejadian kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah khususnya di lahan gambut. Karhutla di lahan gambut lebih sulit dilakukan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan, menyampaikan pemadaman yang terjadi pada lahan gambut cukup sulit sehingga diperlukan upaya yang lebih keras dalam menanggulanginya. Diperlukan kerjasama yang baik antar para pihak, personil yang kuat, serta sarana prasarana yang memadai.

"Kebakaran pada gambut sangat berpotensi menimbulkan kabut asap, sehingga kondisi ini harus segera ditangani dengan cepat. Respon yang cepat dari tim gabungan akan meminimalisir meluasnya karhutla dan timbulnya kabut asap," tegas Raffles.

Kesigapan seperti itu ditunjukkan oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Manggala Agni Daerah Operasional Dumai, Riau yang melakukan pemadaman di beberapa titik kebakaran. Pemadaman di antaranya dilakukan di Desa Kepenghuluan Labuhan Papan, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir pada lahan gambut milik masyarakat seluas sekitar 15 ha sejak, Senin (9/4/2018).

Pemadaman dilakukan secara gabungan bersama-sama anggota Manggala Agni Daops Dumai dengan TNI, BPBD Kabupaten Rokan Hilir, Polres Rohil, Polsek Tanah Putih, Tim Camat Tanah Putih Tanjung Melawan, dan juga tim pemadam kebakaran perusahaan pemegang konsesi, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat setempat.

Di lokasi lain, Manggala Agni Daops Dumai juga melakukan pemadaman di Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur, dekat dengan Ujung Landasan Bandar Udara Pinang Kampai Kota Dumai dengan luas terbakar 1 ha. Pada lokasi ini, kebakaran dapat dipadamkan.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK pada Senin, 9 April 2018, pukul 20.00 WIB, baik berdasarkan satelit NOAA-19 maupun Satelit TERRA-AQUA (NASA) tidak terpantau adanya hotspot di seluruh wilayah Indonesia. [*]

Komentar

 
x