Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 07:08 WIB

Indonesia-Ghana Kompak Lawan Kampanye Hitam Sawit

Rabu, 11 April 2018 | 15:59 WIB

Berita Terkait

Indonesia-Ghana Kompak Lawan Kampanye Hitam Sawit
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi bersama Wakil Menteri Pertanian dan Pangan Ghana, Kennedy Osei Nyarko sepakat untuk bekerjasama melawan kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit.

"Saya bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian dan Pangan Ghana. Kita sampaikan bahwa kelapa sawit saat ini sedang menghadapi banyak kampanye negatif, dan tidak ada cara lain bagi negara-negara produsen kelapa sawit selain untuk bersatu menghadapi kampanye negatif tersebut," kata Retno di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/4/2018).

Pertemuan bilateral tersebut dilaksanakan di sela-sela perhelatan Forum Indonesia-Afrika (Indonesia-Africa Forum/IAF) hari kedua di Nusa Dua Bali Convention Center.

Retno mengatakan, dalam pertemuan dengan Kennedy, banyak membahas soal industri minyak kelapa sawit. Karena, Indonesia dan Ghana merupakan produsen kelapa sawit.

Kata Retno, pemerintah Ghana menyatakan kesediaan untuk bersama-sama menghadapi tantangan kampanye negatif terhadap produk sawit. "Ghana menyampaikan siap untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam rangka menangani kampanye-kampanye negatif terhadap kelapa sawit," ujar Retno.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengajak Ghana untuk bergabung dalam Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), yakni asosiasi negara-negara produsen minyak kelapa sawit yang dibentuk atas prakarsa Indonesia.

"Pemerintah Ghana akan mempertimbangkan secara positif mengenai partisipasinya di CPOPC. Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan kelapa sawit Indonesia di Ghana, dan Ghana meminta agar Indonesia membantu pengembangan industri kelapa sawitnya," papar Retno.

Kampanye negatif terhadap minyak sawit terjadi di negara-negara Uni Eropa, di mana resolusi berjudul Palm Oil and Deforestation of the Rainforests (Kelapa Sawit dan Deforestasi Hutan Hujan) diajukan oleh Parlemen Eropa atas dasar tudingan bahwa pengembangan industri kelapa sawit menjadi penyebab utama deforestasi dan perubahan cuaca.

Tindakan itu dinilai bertentangan dengan posisi Uni Eropa yang menganut prinsip perdagangan yang adil (fair trade). Selain itu, resolusi itu juga bertujuan akhir agar minyak sawit, yang produsen terbesarnya adalah Indonesia, tidak dimasukkan sebagai bahan baku program biodiesel Uni Eropa pada 2020. [tar]


Komentar

x