Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 11:48 WIB
 

Inilah Kajian Pakar Atasi Gaduh Angkutan Online

Oleh : - | Rabu, 11 April 2018 | 17:00 WIB
Inilah Kajian Pakar Atasi Gaduh Angkutan Online
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Hari-hari ini, sejumlah pakar dari berbagai kampus, tampak sibuk. Ya, mereka mencoba memecahkan kebuntuan soal tata kelola transportasi online.

Pakar Transportasi dari Universitas Indonesia (UI), Tri Tjahyono menyampaikan sejumlah hal terkait transportasi di Indonesia. Pada dasarnya, penggunaan sepeda motor sebagai sarana angkutan umum, tidak dilarang secara tegas oleh UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Oleh karena itu, kata dia, pengaturannya tidak perlu mengubah UU LLAJ, tetapi cukup PP dengan mempertimbangkan secara teknis adanya jaminan keselamatan. "Ketentuan mengenai penggunaan aplikasi online pada moda transportasi umum sudah diatur secara tegas dalam UU 22/2009 pasal 151 dan didukung oleh peraturan pelaksanaan dalam Permenhub 108/2017 yang mengatur operasional angkutan sewa khusus," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, penggunaan sepeda motor sebagai angkutan umum berbasis digital, atau jamak disebut ojek online, bisa ditempatkan sebagai kebijakan transisional yaitu selama pemerintah dan pemerintah daerah sebagai penanggung jawab pengembangan angkutan umum, belum mampu menyediakan angkutan umum yang merata di seluruh bagian wilayah perkotaan dan pinggiran kota.

Secara teknis, kata dia, legalisasi sepeda motor sebagai angkutan umum dilakukan oleh pemerintah daerah dengan membentuk Peraturan Daerah tentang kendaraan angkutan umum perkotaan sesuai dengan kebutuhan dan keunikan historis angkutan masing-masing daerah.

Hanya saja, papar Tri, penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan agar menyelaraskan dengan kemajuan teknologi informasi. Untuk itu diperlukan konsep pembangunan big data dalam rangka pelayanan satu pintu (one gate service). [tar]

Komentar

x