Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 08:57 WIB
 

Holding BUMN Migas

KBUMN: Akuisisi Dulu Valuasi Menyusul

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 11 April 2018 | 20:01 WIB
KBUMN: Akuisisi Dulu Valuasi Menyusul
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Meski Pertamina telah mendapat izin menjadi induk PT Pertagas dan PT PGN tetapi belum ada valuasi terbaru untuk kedua perusahaan tersebut.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, skema penggabungan Pertagas dan PGN baru mendapat izin akuisisi. "Iya saat ini persetujuannya akuisisi dulu," kata Harry saat jumpa pers di kantornya, Rabu (11/4/2018).

Namun demikian, Harry belum bisa merinci terkait dengan tata cara, prosedur dalam mendapatkan nilai saham (valuasi saham). "Valuasinya sehabis ini kan jalan dilakukan valuasi seperti normal. (Angkanya) belum, kan baru disetujui akuisisinya kan. integrasinya oke silahkan divaluasi dengan aturan yang berlaku," ujar dia.

Namun demikian, pihaknya berjanji valuasi itu akan dilakukan dengan cepat. "Valuasi (waktunya) yang paling cepat," ujar dia.

Sebelumnya Pemerintah dan PT Pertamina telah meneken Akta Pengalihan Saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Dengan demikian Pertamina resmi menjadi induk usaha (holding) perusahaan disektor migas.

Hal itu karena telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) telah menyetujui untuk menerima pengalihan seluruh saham seri B milik Negara RI di PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang terdiri dari 13.809.038.755. Saham untuk dijadikan tambahan penyertaan modal negara pada PT Pertamina (Persero), sebagaimana surat Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero) Nomor S-216/MBU/04/2018 tanggal 11 April 2018.

Pemerintah sebagai pemegang saham Negara RI pada PT PGN Tbk dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) telah menandatangani perjanjian pengalihan hak atas saham Negara Republik Indonesia pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk ke dan dalam rangka penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT Pertamina (Persero) dimaksud pada tanggal 11 April 2018 sehingga sejak tanggal tersebut PT Pertamina (Persero) merupakan pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. [hid]

Komentar

x