Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 11:40 WIB

Tahun Politik, Rini Pelototi Premium di Daerah

Jumat, 13 April 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Tahun Politik, Rini Pelototi Premium di Daerah
Menteri BUMN Rini Soemarno - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Yogyakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno meminta PT Pertamina (Persero) tetap menyediakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di pasaran. Dan, tidak menaikkan harga sampai akhir 2019 (tahun politik).

"Ini memang yang saya sekarang sangat keras dengan direksi Pertamina. Kami sudah komitmen dengan tiga menteri yakni Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan saya sendiri bahwa kita harus tetap menyediakan premium dan harganya tidak naik sampai pertengahan atau akhir 2019," kata Rini dalam acara Executive Series bertajuk Nurturing and Managing Leader di Gedung Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurut Rini, pemerintah memang pernah memiliki pemikiran untuk mengurangi premium karena nilai oktan (Research Octane Number/RON) premium hanya 88. Angka ini jelas tidak ramah lingkungan dan tingkat polusi udaranya lebih tinggi. Oleh sebab itu akhirnya diperkenalkan produk pertalite.

"Tetapi komitmen pemerintah kita harus tetap menyediakan RON 88 yaitu premium dan premium itu memang harganya ditentukan pemerintah," kata Rini.

Rini mengatakan, akan mengecek secara langsung untuk memastikan ketersediaan premium di lapangan. "Ke depan memang saya mulai keliling lagi untuk mengecek di lapangan agar bagaimana premium selalu tersedia untuk masyarakat," kata dia.

Selain itu, Rini juga berharap Pertamina tidak ragu untuk tetap tidak menaikkan harga premium meski saat ini harga minyak dunia naik.

Menurut Rini, untuk menjaga agar tidak merugi, pertamina bisa melakukan subsidi silang terhadap premium dari pendapatan beragam produk Pertamina lainnya, seperti produk avtur, LNG, pertamax, hingga pelumas.

"Betul (merugi) karena memang `crude oil international` sekarang naik. Tetapi saya selalu menekankan dalam BUMN kita tidak bisa melihat satu produk saja, tetapi harus dikombinasikan dari seluruh aktivitas di perusahaan itu karena Pertamina itu jual beraneka ragam produk," kata Rini. [tar]

Komentar

x