Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 17:57 WIB
 

Lagi, Pandu Sjahrir Jadi Bos APBI 2018-2021

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 13 April 2018 | 12:42 WIB
Lagi, Pandu Sjahrir Jadi Bos APBI 2018-2021
Pandu Patria Sjahrir - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) baru saja melaksanan pemilihan Ketua Umum yang baru.

Hasil keputusan pemilihan, Pandu Patria Sjahrir dinobatkan kembali menjadi Ketua Umum APBI untuk periode 2018-2021. Sebelumnya, Pandu telah menduduki jabatan tersebut di periode 2015-2018.

Pada saat pemilihan, ada dua orang yang bersaing, yakni Pandu Patria Sjahrir dan Wimpy Salim. Namun begitu, suara terbanyak dimenangkan kembali oleh Pandu Sjahrir. Dengan begitu, Pandu akan memimpin asosiasi tambang batu bara yang anggotanya mencapai 152 perusahaan.

Setelah dinobatkan kembali menjadi Ketua Umum APBI periode 2018-2021, Pandu langsung berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kondisi investasi yang kondusif di industri pertambangan batu bara.

"Kemudian, APBI bersama anggota 152 perusahaan tambang batu bara lainnya berkomitmen untuk terus berkontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Pandu di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Pandu juga mendukung program dan kebujakan pemerintah, terkait penetapan harga batu bara untuk dalam negeri atau domestic market obligasi (DMO) sebesar USD 70 per ton untuk nilai kalori 6.322 GAR. Pelaku pasar siap mengikuti aturan pemerintah dengan meminimalisir masalah yang muncul di pasar dengan tetap mempertahankan kinerja perusahaan di bidang batu bara akibat dari aturan DMO tersebut.

Pembatasan harga DMO tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No. 19/2018 tentang Perubahan Kedua Permen ESDM No. 7/2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara. Menurut Permen tersebut, harga US$70 per ton berlaku untuk batu bara dengan nilai kalori 6.322 kcal per kg, total Moisure 8 persen, total Sulphur 0,8 persen, dan Ash 15 persen.

"Kita sebagai pelaku di industri ini pasti support pemerintah dan bekerjasama lebih baik lagi. Saya rasa dari sisi Good Corporate governance kita sudah banyak peningkatan. Sangat beda dari 4-5 tahun lalu, dari sisi komunikasi, saat ini kami juga konsisten mendukung program pemerintah yang ada. Ke depan diharapkan bisa lebih baik lagi," ucap dia.

Menurut dia, kebijakan pemerintah mempunyai nilai dan keinginan positif dalam memberikan harga yang lebih baik serta mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih luas. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri aturan tersebut berpengaruh cukup signifikan kepada industri batubara.

"Harga batubara masih support. Memang DMO terakhir mau tidak mau keinginan pemerintah untuk memberikan harga yg lebih baik untuk kepentingan masyarakat luas. Dan itu kita support," terang dia.

Pandu menambahkan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah dalam berkoordinasi terkait kebutuhan ekspor industri batu bara. "Caranya koordinasi ketat dengan ESDM dan minerba, dengan kantor pajak dan dengan perdagangan. Ini sangat penting karena menyangkut ekspor. Kita ingin memberikan laporan yang pas dan tepat," pungkas dia. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x