Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:32 WIB

Elia Dukung Polisi Usut Kasus Pipa Minyak Bocor

Jumat, 13 April 2018 | 14:30 WIB

Berita Terkait

Elia Dukung Polisi Usut Kasus Pipa Minyak Bocor
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Balikpapan - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mendukung Polda Kalimantan Timur menyelidiki tumpahan minyak dan kebakaran di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/4/2018).

"Kami mendukung pengungkapan penyebab patahnhya pipa itu. Kami mendukung penegakan hukum agar masalahnya jadi jelas dan tidak menimbulkan banyak rumor," kata Elia Massa di Balikpapan, Kamis (12/4/2018).

Kejadian tumpahan minyak itu kemudian diketahui disebabkan pipa bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan putus dan bergeser hingga 120 meter dari posisi awalnya. Di mana, pipa tersebut membentang 3,6 kilometer (km) di bawah laut dan menyalurkan minyak mentah dari Terminal Crude di Lawe-lawe menuju Kilang Balikpapan dengan tekanan 167 psi.

Rumor atau isu memang bersimpang siur mengenai penyebab kejadian tersebut. Mulai dari minyak berasal dari tumpahan kapal, kebakaran karena minyak dibakar sebagai upaya pembersihan, hingga minyak bukan dari Pertamina. "Karena itu, biarlah polisi yang mengungkapkan. Kami dukung itu," kata Manik.

Elia Massa menyebutkan, pipa pengiriman minyak mentah dari Lawe-lawe menuju kilang milik Pertamina yang berada di Teluk Balikpapan itu, tidak dilengkapi teknologi untuk mendeteksi segala hal kejanggalan operasional pipa minyak. "Terkadang musibahnya yang datang terlebih dahulu. Ke depan perbaikan sistem jadi keharusan. Kita akan lakukan evaluasi," kata Elia Massa.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltim, Kombes Yustan Alpiani, menyatakan, pipa setebal 12,7 milimeter dan berdiameter 20 inci yang patah itu menjadi satu kunci dari pengungkapan kasus yang menewaskan 5 orang itu. "Kami akan terus usahakan agar pipa itu bisa diangkat ke permukaan sesuai permintaan penyidik dari tim Laboratorium Forensik Mabes Polri," ujar Yustan.

Pengangkatan pipa yang sedianya dilakukan Kamis (12/4/2018), tak jadi dilakukan karena alat derek yang sedianya akan digunakan belum mencapai lokasi patahnya pipa. "Segera kami jadwalkan ulang," kata Yustan. [tar]

Komentar

x