Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 12:32 WIB

Bos BI: Peringkat Moody's Indonesia Cetak Rekor

Oleh : - | Jumat, 13 April 2018 | 15:09 WIB
Bos BI: Peringkat Moody's Indonesia Cetak Rekor
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur BI Agus Martowardojo bilang, kenaikan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia oleh Moody`s Investor Service dari Baa3/Outlook Positif, menjadi Baa2/Outlook Stabil, terbaik dalam sejarah.

"Dengan perbaikan rating ke level Baa2 oleh Moody`s kini Indonesia telah diakui oleh empat lembaga pemeringkat internasional berada pada satu tingkat lebih tinggi dari level `Investment Grade` sebelumnya," kata Agus dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Agus mengatakan, peringkat tersebut merupakan level tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dari Moody`s. Merupakan pencapaian besar ketika ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan masih berlanjut.

"Hal ini dapat terwujud melalui konsistensi upaya Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Agus.

Dalam kaitan ini, Bank Indonesia akan terus mewaspadai peningkatan risiko global dan mengoptimalkan bauran kebijakan termasuk kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan dalam menjaga stabilitas perekonomian yang menjadi landasan utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

Sebelumnya, Moody`s memperbaiki peringkat SCR Republik Indonesia dari stabil menjadi positif sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 atau layak investasi pada 8 Februari 2017. Kemudian, peringkat tersebut kembali meningkat dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil pada 13 April 2018.

Dalam siaran persnya, Moody`s menyatakan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah karena Indonesia mempunyai kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Peningkatan cadangan devisa dan penerapan kebijakan fiskal dan moneter yang berhati-hati telah memperkuat ketahanan dan kapasitas Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal. [tar]

Komentar

x