Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 06:46 WIB
 

Menperin: Batam Jadi Pusat Industri Elektronik

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 15 April 2018 | 15:51 WIB
Menperin: Batam Jadi Pusat Industri Elektronik
Menteri Perindustrian, Airlangga Hatarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Batam menjadi pusat pengembangan klaster industri elektronik yang bernilai tambah tinggi.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hatarto menyatakan, upaya ini untuk mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Sebab, kata dia, industri elektronik merupakan salah satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan dalam penerapan teknologi di era revolusi industri keempat.

"Hingga sekarang yang telah berkembang di Batam itu industri berbasis perkapalan, yang juga mensuplai marine offshore. Sektor ini terpengaruh dengan siklus harga perminyakan," kata Airlangga dalam keterangan pers, Minggu (13/4/2018).

Airlangga menyebut, merosotnya harga minyak dunia yang terjadi beberapa lalu, ikut mempengaruhi pertumbuhan industri galangan kapal di Batam. Bahkan, lanjut dia, saat ini perekonomian Batam hanya dua persen.

"Untuk itu, kami tengah memacu daya saing industri berbasis elektronik. Selain itu, yang juga menjadi potensi adalah industri maintenance, repair, and overhaul (MRO)," ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Politikus Golkar ini menyatakan, peluang besar memajukan industri elektronik di Batam. Sebab di kota tersebut terdapat kawasan industri. Dimna 70 % diisi oleh produsen elektronik beserta penghasil beragam komponen pendukungnya.

"Ini yang akan kami dorong siklusnya untuk melengkapi industri elektronik di Batam, dari industri recycle sampai yang memiliki nilai tambah tinggi," kata dia.

Guna meningkatkan kemampuan industri elektronik di Batam, kata Airlangga, pihaknya terus berupaya menarik investor lebih banyak agar semakin memperdalam struktur industrinya dan meningkatkan nilai tambah produknya terutama untuk memenuhi pasar ekspor.

"Kebanyakan industri di Batam itu untuk global market, karena potensinya dekat dengan Singapura dan lokasinya sangat strategis, sehingga harusnya bisa tumbuh lebih tinggi," ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, komponen elektronik yang juga bernilai tambah tinggi seperti yang digunakan di perangkat smartphone. Terlebih lagi, saat ini pengguna gadget semakin banyak, sehingga dapat mendorong Batam mewujudkan klaster industri yang menghasilkan multiplier effect.

"Batam ini kan jadi outsourcing untuk produksi smartphone. Isi dari smartphone kan ada chips, dan chips itu telah diproduksi di Batam," kata dia. [hid]

Komentar

x