Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:31 WIB

Investasi US$10 Miliar, Oleh-oleh Luhut dari Cina

Senin, 16 April 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Investasi US$10 Miliar, Oleh-oleh Luhut dari Cina
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Beijing - Salah Satu perusahaan ternama asal China, berminat membangun investasi di sejumlah daerah di Indonesia. Nilainya lumayan besar sekitar US$10 miliar, atau setara Rp135 triliun (kurs Rp13.500/US$).

"Perusahaan yang tertarik investasi di Indonesia itu, berada di luar kerangka kerja sama OBOR (One Belt One Road/Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 yang digagas China), kata Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Beijing, Sabtu malam waktu setempat (14/4/2018).

Beberapa pimpinan perusahaan asal China tersebut menemui Luhut di sela-sela kunjungan resminya ke Beijing pada 12-14 April 2018. Perusahaan tersebut, memiliki beberapa mitra bisnis di Indonesia dan siap mengembangkan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara.

Di kedua daerah di wilayah Indonesia timur itu, perusahaan asal China bersama mitra lokalnya akan mengembangkan industri baja dan karbon.

Selain itu mereka juga ingin mengembangkan industri lithium (baterai) untuk mobil listrik di Indonesia, kata Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu.

Luhut mengungkapkan, keinginan perusahaan asal China itu untuk berinvestasi di Indonesia karena tertarik dengan kebijakan insentif pajak untuk investasi asing yang nilainya di atas US$2,5 miliar.

Dalam kunjungannya ke China tersebut, Luhut bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang, Penasihat Pemerintahan sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi, jajajaran pejabat Menteri Perdagangan, pimpinan Komisi Nasional untuk Pembangunan dan Reformasi (NDRC), pimpinan Bank Pembangunan China, dan kalangan pengusaha.

Luhut juga menyaksikan beberapa penandatanganan kontrak kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dengan China dan lembaga lainnya dalam kerangka kerja sama OBOR.Jenderal purnawirawan TNI itu juga mendapatkan kepastian dari PM Li yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018. [tar]

Komentar

Embed Widget
x