Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 16:06 WIB
 

SKK Migas Resah Tanpa Temuan Ladang Baru

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 16 April 2018 | 12:03 WIB
SKK Migas Resah Tanpa Temuan Ladang Baru
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas atau SKK Migas ternyata mulai resah dan khawatir akan cadangan minyak di tanah air, pasalnya dari tahun 1892 hingga sekarang penemuan cadangan minyak paling besar hanya terjadi tahun 1892 ketika itu lapangan Minas dan Duri ditemukan di Pekanbaru dengan total cadangan mencapai 9 miliar barel.

"Ini yang mengkhawatirkan juga buat kita, ini penemuan cadangan migas, kita lihat 1892 itu yang kita temukan cadangan minyak yang besar itu Duri dan Minas, itu (penemuan) tahun sebelum kita merdeka," kata Sekertaris SKK Migas, Arief S. Handoko dalam sebuah diskusi emiten sektor energi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (16/4/2018).

Arief bahkan bilang pada era tahun 90-an, penemuan cadangan minyak tak pernah sebear cadangan minyak yang berada dilapangan Minas dan Duri.

"Kita lihat dari tahun 90-an saja penemuan lapangan minyak seperti Banyu Urip, jika dibandingakn Minas dan Duri jauh banget, Lapangan minyak Abadi punya Masela juga tidak lebih banyak, lainnya tidak ada," kata Arief.

Kendala utama masalah ini, kata Arief adalah biaya investasi eksplorasi yang cukup besar, sehingga penemuan-penemuan cadangan lapangan minyak juga tidak menjadi optimal.

Dia pun menekankan, tugas pemerintah ke depan adalah bagaimana menyentuh potensi migas RI, terutama yang berlokasi di Indonesia timur. Ini adalah tugas utama pemerintah dalam menjalankan kebijakan di masa depan.

Pemerintah pun, sambung dia, terus melakukan perubahan rezim kontrak migas dariCost Recoveryke rezimGross Splityang diharapkan menjadi solusi yang efisien untuk menggiatkan kembali kegiatan eksplorasi migas nasional. [hid]

Komentar

x