Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:30 WIB

Cerita Bambang Berburu Investor di AIM 2018

Oleh : - | Senin, 16 April 2018 | 13:09 WIB
Cerita Bambang Berburu Investor di AIM 2018
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah terus menawarkan proyek-proyek infrastruktur strategis ke pasar global. Termasuk momentum Annual Investment Meeting di Arab Saudi, 9-10 April 2018.

Dan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro berbagi pengalaman saat mengikuti Annual Investment Meeting (AIM), yaitu forum investasi internasional yang diprakarsa Menteri Ekonomi United Arab Emirates di Dubai World Trade Centre pada 9-10 April 2018.

Perhelatan AIM ke-8 mengusung tema Linking Developed and Emerging Markets through FDI: Partnerships for Inclusive Growth & Sustainable Development, bertujuan untuk mempromosikan strategi dalam menarik investasi asing.

Kepada wartawan pada akhir pekan lalu, Bambang menjelaskan, Forum AIM yang diikuti sejumlah investor, memaparkan secara detil sejumlah proyek infrastruktur. Ada dua hal penting yang mengemuka, yakni instrumen financial dan organisasi di Indonesia dinilai memadai untuk menarik investor asing.

Kata Bambang, selama ini, investasi yang masuk ke Indonesia adalah korporasi yang secara finansial kuat, serta berpengalaman. Melalui pendekatan baru, terutama dalam infrastruktur dan pembangunan kawasan, sejumlah investor langsung berminat karena mendapatkan informasi yang memadai tentang berbagai proyek.

Bambang menambahkan, para investor membutuhkan mitra lokal sebagai mitra kerja. "Dalam konteks ini, pemerintah perlu segara memfasilitasi dengan memberikan jawaban ketika para investor menanyakan mitra lokal yang bisa diajak bekerja sama," kata Bambang.

Suka atau tidak, lanjut mantan menteri keuangan Kabinet Kerja Djilid I ini, pengetahuan mengenai peluang investasi di Indonesia, masih menjadi masalah. Ketika berpromosi investasi, semua pihak telah memiliki data mitra lokal yang bisa diajak berbisnis dalam berbagai proyek.

Mitra lokal yang potensial, kata Bambang, segera diajak untuk bersama-sama berpromosi karena bahasa antarpengusaha lebih jelas dibandingkan dengan birokrat atau pemerintah.

"Mitra lokal telah menjadi kebutuhan dalam menjalin komunikasi dengan calon investor. Beberapa korporasi meminta agar mitra lokalnya adalah BUMN," ujar Bambang.

Forum AIM dihadiri perwakilan pemerintah dan investor dari negara-negara Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Dalam perhelatan skala dunia ini, Bambang menjadi pembicara pada sesi 8 bertajuk Public Private Partnership for Public Infrastructure Development. Dirinya memaparkan peluang investasi di Indonesia. "Indonesia merupakan pasar ekonomi yang potensial di Asia," paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia berada di peringkat 15 dalam percaturan ekonomi dunia. Sedangkan sumber dari PWC, Indonesia berada di peringkat ke-4 dalam perkembangan infrastruktur. Selain itu, Indonesia masuk 3 besar negara tujuan investasi yang menarik untuk kawasan Asia. Lantaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi dan stabil mencapai 5,4% pada 2018.

"Investasi Uni Emirat Arab di Indonesia, berada di peringkat ke-27. Sebagian besar investasinya di sektor pertanian, perhotelan, transportasi, kawasan industri, dan telekomunikasi," papar Bambang.

Paparan lain yang disampaikan adalah skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) sebagai alternatif pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur publik di Indonesia.

Saat ini, terdapat 19 sektor yang dapat layak dikerjasamakan pemerintah Indonesia melalui skema KPBU. Yang meliputi; sektor konektivitas, perkotaan, dan sosial.

Kementerian PPN/Bappenas telah menginisiasi terbentuknya Kantor Bersama KPBU (PPP Joint Office) sebagai one stop service dan menjadi forum koordinasi antar pemangku kepentingan KPBU di tingkat pemerintah pusat yang beranggotakan tujuh kementerian dan lembaga negara (K/L). [tar]


Komentar

x